Tak Ikut Tambah Modal, Kepemilikan TP Rachmat Susut di ASSA

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 April 2021 10:30
Peter F Gontha memberi piagam kepada Theodore Permadi Rachmat atau yang lebih dikenal dengan TP Rachmat saat meraih pemenang CNBC Indonesia Awards Lifetime Achievement. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan rental mobil PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) akan menerbitkan saham baru dalam rangka penawaran umum terbatas (PUT) untuk penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) sebanyak 600 juta saham atau setara dengan 15,01%.

Pemegang saham utama perusahaan tidak akan melaksanakan haknya dan mengalihkannya kepada International Finance Corporation, termasuk TP Rachmat. Sehingga para pemegang saham ini akan terdilusi persentase kepemilikannya.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham baru ini diterbitkan dalam rangka penerbitan obligasi konversi senilai Rp 720 miliar. Setiap pemegang saham mendapatkan hak 80 HMETD, dengan 1 HMETD berhak membeli 1 unit obligasi konversi di harga Rp 1.200/unit.


Konversi obligasi ini menjadi saham akan dilakukan sejak tanggal emisi hingga sebelum obligasi tersebut jatuh tempo pada 23 Juni 2023.

Adapun para pemegang saham yang tidak akan melaksanakan haknya antara lain PT Adi Dinamika Investindo (ADI), PT Daya Adicipta Mustika (DAM), Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati, T. Permadi Rachmat dan Erida.

Para pemegang saham ini akan mengalami penurunan kepemilikan masing-masing sebesar dan menyisakan kepemilikan sebesar 21,31% untuk ADI, 16,30% untuk DAM, pemilikan Prodjo akan bersisa 8,50%, milik TP Rachmat tinggal sebesar 4,43% dan Erida sebesar 2,72%.

International Finance Corporation akan menjadi standby buyer yang dinyatakan dalam surat pernyataannya pada 21 April 2021.

Dana dari aksi korporasi ini akan digunakan perusahaan untuk pembayaran pinjaman bank dengan porsi 90,38%, untuk modal kerja sebanyak 7,01%. Sedangkan sisanya 2,62% untuk penyetoran modal kepada PT Adi Sarana Logistik yang akan digunakan untuk pengembangan usaha baru di bidang jasa pergudangan (warehouse) dengan merek titipaja.

Untuk melaksanakan aksi korporasi ini perusahaan telah mendapatkan izin pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Agustus 2020. Tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa didapat pada 2 Juni 2021.

Recording date untuk mendapatkan hak HMETD jatuh pada 14 Juni 2021 dan pencatatan saham ini akan dilakukan pada 16 Juni 2021 dan bisa diperdagangkan pada 16-22 Juni 2021.

Perusahaan telah menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai wali amanat dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sebagai penasihat keuangannya dalam aksi korporasi ini.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading