Bos BCA: Paylater Bukan Saingan Kartu Kredit

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 April 2021 17:40
Direktur Utama Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja dalam acara VIP Forum bertajuk

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja ikut memberikan tanggapan keberadaan fitur pembayaran paylater alias 'bayar nanti' yang disediakan oleh platform online shop, e-commerce, dan dompet digital ternyata kian marak dan menjadi pilihan masyarakat sebagai alat pembayaran.

Menurut Jahja paylater tidak bersaing secara langsung dengan kartu kredit karena pasar kredit di Indonesia masih kecil atau belum banyak masyarakat yang menggunakannya sebagai alat pembayaran.

"Kartu Kredit di Indonesia itu belum merata, belum semua orang punya kartu kredit, sehingga paylater banyak dipakai untuk yang belum punya kartu kredit. Ini suatu market baru yang diadopt ecommerce untuk belanja dengan kredit, ini bukan persaingan," kata Jahja 


"Jadi, tidak semata sama head on dengan cc, belum tentu, ada yang kemakan ada juga yang as new market. Ini bukan sesuatu yang head on," tambah Jahja.

Menurut Jahja, kartu kredit banyak digunakan hampir semua generasi dari generasi baby boomers hingga milenial. Selain itu, kartu kredit banyak digunakan di merchant-merchan yang belum terjangkau paylater.

"Kalau kita lihat kartu kredit, lazimnya dimiliki setiap lapisan masyarakat, dari milenial sampai super kolonial. Nah, ini dulu dipakai diman? hanya di restoran toko, mal-mal yang secara fisik dipakai di mesin EDC," jelas Jahja.

Direktur BCA Santoso menambahkan, paylater punya segmen yang sedikit berbeda dari kartu kredit. Dimana kartu kredit bisa digunakan dan pembayarannya bisa dicicil beberapa kali dengan dan tanpa bunga.

"Dulu kartu kredit beli dengan cara cicil berapa kali, dengan bunga atau tanpa bunga, kita mengenal kreidt tanpa agunan (KTA). Di sini terlihat, tidak ada underlying transaction. Ini dilihat pelaku bisnis bisa digunakan membeli dengan mencicil. BCA sedang mengamati, mengkaji mengenai produk ini untuk kita lakukan," kata Santoso.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading