Mundur Gegara Covid, PLTU Batang Beroperasi Paling Telat 2022

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
19 April 2021 16:42
pltu batang

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menargetkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang 2x1.000 MW akan mulai beroperasi paling telat pada awal 2022.

Direktur Keuangan Adaro Lie Luckman mengatakan, target operasi dari PLTU di Jawa Tengah ini mundur akibat pandemi Covid-19. Dia mengatakan, saat ini progresnya sudah mencapai lebih dari 94%.

"PLTU Batang sekarang progres sudah 94% lebih," ungkapnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (19/04/2021).


Lebih lanjut dia mengatakan, dalam mengerjakan proyek sebesar ini, banyak sekali hal yang perlu dikejar dan diperbaiki. Pihaknya pun menargetkan proyek PLTU ini bisa beroperasi pada akhir tahun 2021 atau awal 2022.

"Progres sedang dikejar terus, kita harap akan operasi di akhir 2021 akhir ya, atau awal 2022 di proyek Batang," jelasnya.

Sementara untuk suplai batu bara, Adaro sendiri akan memasok sebanyak 5-7 juta ton per tahun untuk PLTU senilai US$ 4,2 miliar atau sekitar Rp 58,8 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per US$) ini.

Menurutnya, pasokan batu bara ke PLTU akan dikirim mulai akhir tahun ini, karena kemungkinan akan beroperasi pada awal 2022 mendatang.

"Pasokan batu bara mulai akhir tahun ini dengan perkiraan operasi di awal tahun depan," ujarnya.

Seperti diketahui, PLTU Batang ini dikelola oleh PT Bhimasena Power Indonesia, perusahaan konsorsium yang dimiliki oleh PT Adaro Power bersama Electric Power Development Co. Ltd. (J-Power) dan Itochu Corporation. PLTU ini disebut akan menjadi pembangkit listrik dengan teknologi ultra-supercritical (USC) terbesar dan pertama di Asia Tenggara.

Bhimasena meraih kesepakatan pendanaan (financial close) pada Juni 2016 dengan perkiraan total investasi sekitar US$ 4,2 miliar. Perusahaan memperoleh pendanaan sebesar US$ 3,4 miliar dari Japan Bank for International Cooperation dan beberapa lembaga keuangan lainnya. Perusahaan akan memasok listrik selama 25 tahun kepada PLN. Berdasarkan data dari situs Adaro, hingga akhir 2019 progress konstruksi PLTU Batang ini telah mencapai 91,8%.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) memproyeksikan pada 2022 mendatang akan ada penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 5.000 mega watt (MW) di Jawa, Madura, dan Bali, berasal dari beberapa pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/ IPP).

Hal tersebut disampaikan Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) PT PLN (Persero) Haryanto W.S.

Dia mengatakan, salah satu pembangkit listrik yang beroperasi pada 2020 yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang 2x1.000 MW yang dikembangkan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Selain itu, lanjutnya, ada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1, dan PLTU Cirebon. Dengan demikian, total kapasitas pembangkit listrik akan bertambah sekitar 4.000-5.000 MW pada 2022.

"Tahun depan operasi beberapa IPP, PLTU Batang 2 unit, Tanjung Jati 1 unit, juga ada PLTGU Jawa 1, ada PLTU Cirebon, mungkin tahun depan akan menambah 4.000-5.000 MW," paparnya dalam Webinar Efisiensi Penyediaan Tenaga Listrik PT. PLN (Persero), Selasa (23/02/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading