Tunggu RDG BI, IHSG Bergerak Melemah

Market - Putra, CNBC Indonesia
19 April 2021 09:20
IHSG ditutup akhir Bulan 6.188,99 poin pada Kamis (29/3/2018). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merah tipis pagi ini di level 0,02% ke level 6.084,78. Selang 13 menit perdagangan sesi pertama IHSG lanjut terdepresiasi 0,19% ke level 6.074,87.

Nilai transaksi hari ini sebesar sebesar Rp 1,1 triliun dan terpantau investor asing menjual bersih Rp 99 miliar di pasar reguler.

Pada pukul 09.17 WIB, IHSG minus 0,08% di 6.080.


Asing melakukan pembelian di saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp 18 miliar dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) Rp 18 miliar.

Sedangkan jual bersih dilakukan asing di saham PT Tri Putra Agro Persada Tbk (TAPG) yang dilego Rp 145 miliar dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang dijual Rp 3 miliar.

Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini. Salah satu faktor yang tentunya akan menjadi pertimbangan para petinggi BI dalam RDG di kantor pusatnya, MH Thamrin, adalah stabilitas nilai tukar rupiah.

Gubernur Perry Warjiyo dan kolega dijadwalkan menggelar RDG pada19-20 April 2021. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate bertahan di 3,5%. Dari 11 institusi yang berpartisipasi dalam pembentukan konsensus, seluruhnya menyatakan demikian, tidak adadissenting opinion.

"Setelah mempertahankan suku bunga bulan lalu, kami merasa bahwa BI cukup nyaman dalam menjaga selisih suku bunga di tengah pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS). Selain itu, bank sentral juga masih meyakini bahwa masih ada ruang bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga denganBI 7 Day Reverse Repo Ratedi posisi yang sekarang. Oleh karena itu, posisi kami adalah BI akan terus mempertahankan suku bunga sepanjang 2021," papar riset Citi.

Kemudian, Citi juga menilai stabilitas nilai tukar rupiah akan menjadi pertimbangan BI. Sebagai catatan, rupiah melemah 1,11% di hadapan dolar AS dalam sebulan terakhir. Sejak akhir 2020 (year-to-date), depresiasi rupiah mencapai 3,7%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading