Gainers-Losers

Saham Emiten Emas Sandi Uno Melesat, Saham BNBA-FIRE Apes!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
16 April 2021 17:03
Tambang Merdeka Copper/Youtube BSI

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten pertambangan emas Grup Saratoga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan emiten Grup Lippo PT Link Net Tbk (LINK) berhasil ditutup di jajaran top gainers hari ini.

Berbeda, saham bank mini (bank dengan modal inti Rp 1 - 5 triliun) PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) malah terjun bebas hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) sebagai top losers pada sesi II perdagangan Jumat (16/4/2021).

Setelah bergerak fluktuatif seharian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat tipis di akhir perdagangan hari ini. IHSG naik 0,11% ke posisi 6.086,25 pada penutupan sesi II, Jumat (16/4).


Menurut data BEI, ada 214 saham naik, 256 saham anjlok dan 176 saham tidak bergerak, dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,36 triliun dan volume perdagangan mencapai 17,70 miliar saham.

Seiring penguatan IHSG, Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 213,16 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 83,87 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (16/4).

Top Gainers

  1. Agro Yasa Lestari (AYLS), saham +34,33%, ke Rp 90, transaksi Rp 10,3 M

  2. Centratama Telekomunikasi Indonesia (CENT), +15,97%, ke Rp 334, transaksi Rp 126,7 M

  3. Link Net (LINK), +15,41%, ke Rp 3.820, transaksi Rp 66,6 M

  4. Merdeka Copper Gold (MDKA), +10,96%, ke Rp 2.430, transaksi Rp 336,2 M

  5. Widodo Makmur Unggas (WMUU), +10,48%, ke Rp 232, transaksi Rp 138,7 M

Top Losers

  1. Bank Bumi Arta (BNBA), saham -6,85%, ke Rp 1.020, transaksi Rp 102,1 M

  2. Malacca Trust Wuwungan Insurance (MTWI), -6,85%, ke Rp 136, transaksi Rp 26,2 M

  3. Alfa Energi Investama (FIRE), -6,72%, ke Rp 555, transaksi Rp 25,7 M

  4. Nusa Palapa Gemilang (NPGF), -6,59%, ke Rp 170, transaksi Rp 55,5 M

  5. Guna Timur Raya (TRUK), -5,00%, ke Rp 133, transaksi Rp 10,4 M

Merujuk pada daftar di atas, saham emiten jasa jaringan komunikasi broadband Grup Lippo, LINK, melesat 15,41% ke Rp 3.820/saham dengan nilai transaksi Rp 66,6 miliar.

Saham LINK berhasil rebound setelah ambles 2,65% ke Rp 3.310 pada kemarin, Kamis (15/4).

Kabar teranyar, LINK akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 21 Maret 2021, di Jakarta.

Selain LINK, saham emiten emas besutan Menparekraf Sandiaga Uno dan pengusaha Edwin Soeryadjaya, MDKA, juga berhasil rebound menjadi top gainers hari ini.

MDKA melejit 10,96% ke Rp 2.430/saham dengan nilai transaksi Rp 336,2 miliar.

Kemarin, Kamis (16/4), saham MDKA merosot 0,90% ke Rp 2.190/saham merespons penerbitan laporan keuangan perusahaan sepanjang 2020.

MDKA mencatatkan laba bersih sebesar US$ 36,19 juta atau setara dengan Rp 521,14 miliar sepanjang tahun 2020, dengan asumsi kurs Rp 14.400 per US$.

Nilai tersebut anjlok 48,57% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 70,83 juta atau sekitar Rp 1,01 triliun. Penurunan laba bersih ini berimbas pada anjloknya nilai laba bersih per saham dasar menjadi US$0,0017 dari sebelumnya USD0,0033.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Kamis ini (15/4), sepanjang tahun 2020, pendapatan usaha MDKA mengalami penurunan sebesar 20,14% menjadi US$ 321,86 juta atau setara Rp 4,63 triliun dari sebelumnya US$ 402,03 juta.

Berbeda nasib, saham bank bermodal 'cekak' BNBA menjadi top losers setelah ARB 6,85% ke Rp 1.020/saham. Nilai transaksi saham ini sebesar Rp 102,1 miliar.

Dengan ini, saham BNBA ARB selama 6 hari beruntun atau sejak Jumat pekan lalu (9/4). Adapun, semenjak suspensi dibuka oleh pihak bursa pada 18 Maret 2021, saham ini hanya menghijau dua kali alias sudah terbenam di zona merah sebanyak 19 kali.

Asal tahu saja, BEI 'menggembok' BNBA mulai 4 Maret lalu seiring terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut.

Praktis, saham BNBA sudah ambrol 29,66% dalam seminggu, sementara dalam sebulan anjlok 66,99%.

Amblesnya saham BNBA diikuti 8 saham bank mini lainnya, kendati hanya BNBA yang ARB. Sebut saja, saham bank milik pengusaha Alim Markus Bank Maspion (BMAS) merosot 1,81% ke Rp 2.170/saham.

Kemudian, saham bank Grup MNC, Bank MNC Internasional (BABP), terkoreksi 1,12% ke Rp 88/saham dan Bank Capital Indonesia (BACA) turun 0,42% ke Rp 472.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading