Gainers-Losers

Dapat Kabar Baik, Saham EMTK-BFIN Melonjak! Grup Lippo Anjlok

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
15 April 2021 12:32
Eddy Sariaatmadja (Foto: Forbes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten konglomerasi teknologi dan media, yang dikuasai taipan Eddy K. Sariaatmadja, PT PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) menjadi jawara top gainers siang ini.

Melejitnya saham emiten induk saluran SCTV ini terjadi seiring adanya kabar soal pembelian saham EMTK oleh perusahaan ride-hailing raksasa Grab.

Selain EMTK, saham perusahaan multifinance, PT BFI Finance Tbk (BFIN) juga berhasil bertengger di jajaran top gainers pada sesi I, Kamis (15/4/2021).


Melesatnya BFIN terjadi seiring beredarnya kabar, emiten besutan duo investment bankers lokal, Jerry Ng dan Patrick Walujo, PT Bank Jago Tbk (ARTO) akan mengakuisisi BFI Finance. Patrick sebetulnya sudah memiliki saham BFIN via Northstar.

Adapun, saham induk Grup Lippo, PT Multipolar Tbk (MLPL) kembali anjlok sebagai 'pecundang', setelah 2 hari sebelumnya juga terbenam di zona merah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak kuat menanjak hari ini. IHSG terkoreksi 0,21% ke posisi 6.037,72 pada penutupan sesi I perdagangan, Kamis (15/4).

Menurut data BEI, ada 204 saham naik, 255 saham merosot dan 167 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,56 triliun dan volume perdagangan mencapai 9,68 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 90,66 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 62,81 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (15/4).

Top Gainers

  1. Agro Yasa Lestari (AYLS), saham +34,00%, ke Rp 67, transaksi Rp 4,1 M

  2. Guna Timur Raya (TRUK), +9,16%, ke Rp 143, transaksi Rp 21,7 M

  3. Elang Mahkota Teknologi (EMTK), +8,82%, ke Rp 2.590, transaksi Rp 227,5 M

  4. BFI Finance Indonesia (BFIN), +8,78%, ke Rp 805, transaksi Rp 135,5 M

  5. Tower Bersama Infrastructure (TBIG), +6,85%, ke Rp 2.650, transaksi Rp 141,4 M

Top Losers

  1. Terregra Asia Energy (TGRA), saham -6,55%, ke Rp 157, transaksi Rp 25,5 M

  2. Suryamas Dutamakmur (SMDM), -6,25%, ke Rp 120, transaksi Rp 11,0 M

  3. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR), -6,23%, ke Rp 1.505, transaksi Rp 43,1 M

  4. Menteng Heritage Realty (HRME), -4,76%, ke Rp 60, transaksi Rp 4,9 M

  5. Multipolar (MLPL), -4,24%, ke Rp 158, transaksi Rp 13,2 M

Berdasarkan data di atas, saham emiten bidang geosintetis, aspal dan bronjong, AYLS, menjadi jawara top gainers pada sesi I hari ini. AYLS melesat 34,00% ke Rp 67/saham.

Siang ini AYLS bangkit dari level gocap alias Rp 50/saham. Saham yang tergolong malas bergerak ini sudah stagnan di harga Rp 50/saham selama 5 hari perdagangan beruntun.

Catatan transaksi saham emiten yang IPO pada awal 2020 lalu ini juga melonjak, dari biasanya di kisaran jutaan rupiah, hari ini mencapai Rp 4,1 miliar.

Selain AYLS, saham emiten besutan salah satu orang terkaya di Tanah Air Eddy K. Sariaatmadja, EMTK juga melaju sebagai top gainers siang ini.

EMTK melesat 8,82% ke Rp 2.590/saham, setelah perusahaan ride-hailing yang berbasis di Singapura, Grab, diketahui sudah membeli 4% saham EMTK.

Masuknya Grab menjadi sinyal bahwa perusahaan pembayaran digital kedua perusahaan yakni OVO dan DANA berpotensi merger guna menghadapi persaingan dengan Gopay dari Gojek dan LinkAja dari perusahaan BUMN.

"Grab yang didukung Softbank membeli saham sekitar 4% saham Emtek senilai lebih dari Rp 4 triliun (setara S$ 366 juta), dalam penjualan via private placement yang digelar Emtek baru-baru ini," kata seseorang sumber yang membantu transaksi tersebut kepada The Straits Times, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (15/4/2021).

Pada 5 April 2021, Emtek mengumumkan telah menyelesaikan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD/private placement) senilai Rp 9,3 triliun.

Adapun NAVER Corporation, mesin pencari web terbesar di Korea Selatan, dan perusahaan investasi bernama H Holdings Inc menjadi pembeli saham yang mewakili sekitar 8,4% dari modal perusahaan.

"Grab membelinya melalui H Holdings," kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Tidak mau kalah, saham emiten jasa keuangan BFIN juga mencuat sebagai top gainers sebesar 8,78% ke Rp 805/saham. Kenaikan BFIN didorong oleh kabar Bank Jago (ARTO) akan mengakuisisi BFIN, yang secara tidak langsung merupakan perusahaan terafiliasi.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pelaku pasar, BFIN dikabarkan akan diakusisi oleh Bank Jago (ARTO) pada kisaran harga Rp 850-Rp 900 per saham sebagai angka potential tender offer.

"Berita ini muncul setelah adanya indikasi bahwa Bank Jago akan melebarkan sayap untuk membeli perusahaan leasing company/multifinance," menurut sumber tersebut, dikutip CNBC Indonesia.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Direktur BFI Finance, Sudjono, tak membenarkan maupun membantah rumor di kalangan pelaku pasar ini. Ia juga tidak mengelaborasi lebih jauh apakah memang sudah ada pembicaraan awal mengenai rencana akuisisi BFIN oleh Bank Jago.

"Terima kasih atas informasinya," katanya saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (15/4/2021).

Sementara itu, Jerry Ng, sampai berita ini dituliskan belum memberikan tanggapannya mengenai rencana ini.

Berbeda nasib, saham Grup Lippo, MLPL, malah tersungkur kembali sebagai top losers setelah ambles 4,24% ke Rp 158/saham. Anjloknya MLPL melanjutkan pelemahan sejak dua hari sebelumnya, yakni 6,15% pada Selasa (13/4) dan 1,79% pada Rabu (14/4).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading