Kabar Mau Dicaplok Bank Jago, Saham BFI Finance Meroket 9%

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
15 April 2021 12:23
Patrick Walujo (CNBC Indonesia/Arina Yulistara)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik bagi saham emiten perusahaan multifinance atau leasing, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Saham BFIN meroket hingga hampir 9% pada perdagangan sesi I Kamis (15/4/2021).

Meroketnya saham BFIN terjadi setelah PT Bank Jago Tbk (ARTO) dikabarkan akan mengakuisisi perusahaan multifinance, BFI Finance, yang secara tidak langsung merupakan perusahaan terafiliasi mengingat perusahaan ini juga dimiliki oleh Northstar Pacific, yang dikendalikan Patrick Sugito Walujo, salah satu investor Bank Jago.

Data BEI mencatat, saham BFIN ditutup meroket 8,78% ke level Rp 805/unit pada penutupan perdagangan sesi I hari ini.


Selama sepekan terakhir, saham BFIN telah meroket hingga 12,59%, sedangkan selama sebulan terakhir, saham BFIN sudah melesat hingga 4,55%. Adapun selama tahun berjalan (year-to-date/YTD), saham BFIN sudah terbang hingga 43,75%.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi saham BFIN pada perdagangan sesi I mencapai Rp 135 miliar, dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 175 juta lembar saham. Selama sepekan terakhir, nilai transaksi saham BFIN sebesar Rp 301 miliar. Namun, investor asing tercatat melepas saham BFIN sebanyak Rp 14,7 miliar pada hari ini.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pelaku pasar, BFIN dikabarkan akan diakusisi oleh Bank Jago pada kisaran harga Rp 850-Rp 900 per saham sebagai angka potential tender offer.

"Berita ini muncul setelah adanya indikasi bahwa Bank Jago akan melebarkan sayap untuk membeli perusahaan leasing company/multifinance," menurut sumber tersebut, dikutip CNBC Indonesia.

Rencana akuisisi ini juga dinilai cukup beralasan jika Bank Jago yang dimotori oleh bankir senior, Jerry Ng dan Patrick Walujo membeli saham BFIN.

Pada Tahun 2004, Jerry Ng ketika memimpin Bank Danamon berhasil mengambilalih saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) dari pengusaha TP Rachmat. Sedangkan saat ini BFIN di kendalikan oleh Patrick Walujo yang tak lain adalah menantu TP Rachmat sekaligus salah satu investor Bank Jago.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Direktur BFI Finance, Sudjono, tak membenarkan maupun membantah rumor di kalangan pelaku pasar ini. Ia juga tidak mengelaborasi lebih jauh apakah memang sudah ada pembicaraan awal mengenai rencana akuisisi BFIN oleh Bank Jago.

"Terima kasih atas informasinya," katanya saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (15/4/2021).

Sementara itu, Jerry Ng, sampai berita ini dituliskan belum memberikan tanggapannya mengenai rencana ini.

Mengacu data BEI, sampai dengan 31 Desember 2020, total aset BFIN mencapai Rp 15,20 triliun dengan penjualan mencapai Rp 3,96 triliun dan ekuitas Rp 6,61 triliun. Sedangkan, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 701,60 miliar dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 12,14 triliun.

Sedangkan, Bank Jago yang dikendalikan Jerry Ng dan kawan-kawannya melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia dan Patrick Walujo, melalui Wealth Track Limited ini, tercatat memiliki aset sebesar Rp 2,18 triliun per Desember 2020 dengan penjualan Rp 115,20 miliar.

Ekuitas tercatat sebesar Rp 1,23 triliun dengan kerugian bersih Rp 189,57 miliar. Nilai kapitalisasi pasar ARTO tercatat sebesar Rp 154,15 triliun.

CNBC Indonesia mencatat, tak hanya Bank Jago yang sempat dikabarkan akan mencaplok BFI Finance. Sebelumnya, KB Kookmin Bank juga dikabarkan tertarik mengakuisisi BFIN, namun akhirnya dibantah oleh Direktur Utama Bank KB Bukopin, Rivan Achmad Purwantono.

Pasalnya, setelah Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), Kookmin juga telah memiliki dua perusahaan multifinance di Indonesia yakni BUFIN (Bukopin Finance) dan Kredit Plus.

"Sampai saat ini tidak ada rencana seperti rumor tersebut. Apalagi Kookmin Group telah memiliki dua multifinance. Salah satunya BUFIN (Bukopin Finance) yang merupakan anak usaha Bukopin," kata Rivan, Senin (15/02/2021).

Adapun multifinance yang sudah diakuisisi langsung oleh Kookmin Group adalah Kredit Plus. Rivan menegaskan, rumor yang mengatakan Kookmin akan mencaplok BFI Finance tidaklah benar. "Perusahaan multifinance satu lagi adalah Kredit Plus, yang diakuisisi langsung oleh Kookmin," kata Rivan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading