Saham FAST Ambruk Setelah Pegawai Geruduk Kantor Pusat KFC

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
14 April 2021 11:01
Demo Pekerja KFC di Gelael. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten restoran cepat saji (fast food) sekaligus pemegang hak tunggal waralaba KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) merosot hingga hampir 1% pada perdagangan sesi I Rabu (14/4/2021) pukul 10:17 WIB.

Merosotnya saham FAST terjadi setelah kalangan buruh yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) SBT PT Fast Food Indonesia Tbk menggelar aksi demonstrasi di depan gerai KFC Gelael, MT Haryono, Jakarta, yang juga sebagai lokasi kantor pusat perusahaan.

Data RTI mencatat, saham FAST pada pukul 10:17 WIB merosot 0,97% ke level Rp 1.020/saham. Nilai transaksi saham FAST pagi ini sebesar Rp 1 juta, dengan volume transaksi yang diperdagangkan hanya sebanyak seribu lembar saham. Tak ada investor asing masuk ke saham ini, hanya investor domestik.


Dalam sepekan, saham FAST melemah 0,49%, sedangkan dalam sebulan terakhir saham FAST sudah anjlok hingga 1,92%. Adapun dalam setahun berjalan (year-to-date/YTD), saham FAST ambles hingga 6,42%.

Tahun lalu, per September 2020, tercatat jumlah karyawan perusahaan sudah berkurang hingga 893 orang menjadi 16.075 orang, dibandingkan dengan 31 Desember 2019 yang masih sebanyak 16.968 orang.

Sementara itu, pada periode 30 September 2020, perusahaan telah mengoperasikan 738 gerai restoran, terpangkas 10 gerai dari 31 Desember 2019 sebanyak 748 gerai restoran.

Hal itu terungkap dalam laporan keuangan FAST yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya saja untuk laporan terbaru Desember 2020 belum disampaikan ke otoritas bursa.

Sebagai perbandingan, pada 2018 perusahaan mempunyai 16.162 karyawan tetap dibandingkan dengan 2017 sebanyak 17.496 karyawan tetap atau berkurang 1.334 orang dalam setahun. Jika digabung dengan periode 2017-September 2020, maka karyawan tetap KFC Indonesia berkurang 1.421.

Manajemen belum menyebutkan secara detail pengurangan karyawan tetap tersebut apakah kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), atau mengundurkan diri secara sukarela pada periode tersebut.

Saat ini, KFC Indonesia didera persoalan lantaran adanya protes para pekerja soal kebijakan pemangkasan upah.

Para pekerja mendesak Fast Food mengeluarkan kebijakan pembayaran upah sebagaimana mestinya dan mengembalikan upah yang selama ini ditahan oleh perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan, pada periode Januari hingga kuartal III-2020 ini, emiten berkode saham FAST tersebut membukukan rugi periode berjalan sebesar Rp 298,34 miliar, berbanding terbalik dari September 2019 yang mencatat laba bersih sebesar Rp 175,70 miliar.

Kerugian tersebut dialami seiring dengan pendapatan FAST yang anjlok 28,47% secara tahunan menjadi hanya Rp 3,59 triliun dari September 2019 yakni sebesar Rp 5,01 triliun.

Berdasarkan penjelasan di laporan keuangan, manajemen FAST menyatakan, perusahaan telah dan mungkin akan terus terpengaruh oleh penyebaran virus corona (Covid-19).

Dampak virus Covid-19 terhadap ekonomi global dan Indonesia berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi. Melemahnya daya beli pelanggan, dan kebijakan publik yang diberlakukan untuk menahan penyebaran Covid-19 mengakibatkan gangguan operasional menyebabkan penurunan penjualan yang tidak diperkirakan sebelumnya," tulis manajemen FAST, dikutip Rabu (14/4/2021).

Akibatnya, tulis perusahaan, FAST mengalami pertumbuhan penjualan yang negatif untuk periode 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2020 dan mengalami kerugian bersih sebagaimana diungkapkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

"Menanggapi kondisi di atas, tindakan yang telah dan akan diambil oleh manajemen di antaranya adalah pengurangan kegiatan pemasaran dan dukungan dana, promosi, pengurangan dan efisiensi biaya," jelas manajemen.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tutup 33 Gerai KFC, FAST Rupanya Mau Bangun Gerai Taco Bell


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading