Hari Pertama Puasa, Harga Daging-Dagingan Makin Nakal

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
14 April 2021 08:48
daging ayam ras

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga sembako masih terus merangkak naik. Pada hari pertama puasa, Selasa (13/4/2021) harga daging-dagingan memimpin kenaikan harga bahan pangan. 

Harga daging sapi untuk kualitas kelas II naik hampir 1% di pasar tradisional dalam waktu sehari saja. Harga daging ayam ras segar juga naik 0,4% dalam sehari. Satu kilogram daging ayam di pasar tradisional kini sudah mendekati Rp 40 ribu. 

Daging ayam ras segar menjadi komoditas yang harganya paling melonjak tajam. Per 31 Maret lalu harga satu kilogram daging ayam masih Rp 34.550. Hari ini harganya sudah di Rp 37.650 per kilogramnya di pasar tradisional. Kenaikan harga daging ayam ras segar juga cenderung terjadi di berbagai wilayah Tanah Air. 


Tidak hanya dagingnya saja yang naik, harga telurnya pun ikut terkerek. Harga telur naik 5% sejak akhir Maret lalu. Kini untuk satu kilogram telur ayam harganya di pasar hampir Rp 26.000.

Secara umum ketika bulan puasa, beberapa sembako yang umumnya mengalami kenaikan harga adalah daging ayam, telur ayam dan bawang merah. Kenaikan ini menunjukkan adanya pola musiman kenaikan permintaan saat puasa. 

Harga sembako yang lain seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi dan ikan juga menguat tetapi terbatas. 

Tahun ini harga bawang merah tak terlihat begitu bergeliat seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun daging ayam dan telurnya jelas merangkak naik. Harga cabai yang tadinya naik gila-gilaan perlahan mulai melandai. 

Harga cabai rawit merah yang sebelumnya sempat tembus Rp 100.000/kg, dalam dua pekan terakhir turun menjadi Rp 82.800/kg. Harga cabai rawit hijau juga ikut turun. Namun penurunannya lebih kecil hanya 1% saja hari ini. Secara nominal harga cabai rawit hijau di pasar tradisional kini dipatok di Rp 56.250/kg.

Dalam kondisi normal sebenarnya harga cabai rawit bisa didapat dengan merogoh kocek sebesar Rp 17.000 - Rp 20.000 per kilogramnya. Namun sebagai salah satu komoditas hortikultura yang sensitif dengan cuaca dan kadar air, harga cabai melonjak signifikan akibat musim hujan dan terjadinya banjir di sentra produksi.

Secara musiman banjir memang sering terjadi di awal tahun. Berdasarkan statistik BMKG rata-rata kejadian banjir terjadi paling banyak di kuartal pertama. Banjir tidak hanya menyebabkan gagal panen saja tetapi juga disrupsi dari sisi rantai pasok.

Fenomena kenaikan inflasi pada periode puasa dan lebaran adalah hal yang lazim terjadi. Kenaikan permintaan dan ancaman terbatasnya pasokan apalagi di saat musim penghujan saat ini turut berkontribusi terhadap inflasi harga pangan.

"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu II April 2021, perkembangan harga pada bulan April 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,08% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi April 2021 secara tahun kalender sebesar 0,53% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,37% (yoy)." tulis BI dalam situs resminya.

Penyumbang utama inflasi April 2021 sampai dengan minggu kedua yaitu komoditas daging ayam ras sebesar 0,05% (mtm), jeruk dan cabai merah masing-masing sebesar 0,02% (mtm) dan minyak goreng sebesar 0,01% (mtm)

Sulit rasanya menghindari inflasi harga pangan di saat-saat seperti ini. Namun yang terpenting untuk sekarang adalah bagaimana masyarakat bisa memenuhi kebutuhan utamanya dan menjaga daya beli di saat harga pangan beterbangan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading