IHSG Nyungsep, 'Bandar Besar' Borong Habis 10 Saham Ini

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
13 April 2021 06:26
Oppo Stock In Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin kemarin (12/4/2021), sejumlah saham papan atas justru mencatatkan beli bersih terbesar alias net buy di pasar reguler memanfaatkan koreksi harga saham.

Sejumlah emiten papan atas yang menjadi buruan investor di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), hingga PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) kendati harga sahamnya turun.

Adapun IHSG 'terjun bebas' melanjutkan pelemahan sejak Jumat pekan lalu (9/4). IHSG ambrol 2,00%, meninggalkan level 6.000 ke posisi 5.948,56 pada penutupan sesi II perdagangan kemarin.


Data BEI mencatat, hanya ada 123 saham naik, 379 saham merosot dan 137 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,23 triliun dan volume perdagangan mencapai 16,11 miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih (net sell) asing mencapai Rp 521,01 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 250,22 miliar.

Di tengah dominasi net sell asing, berikut 10 saham yang masih membukukan net buy meski tak begitu tinggi, di pasar reguler.

10 Top Net Foreign Buy (12/4) Reguler

1. Erajaya Swasembada (ERAA), net buy Rp 12,4 M, saham flat Rp 505

2. Indofood Sukses (INDF), Rp 11 M, saham flat Rp 6.600

3. Bank Mandiri (BMRI), Rp 7 M, saham -2,70% Rp 6.300

4. Adaro Energy (ADRO), Rp 6 M, saham -2,07% Rp 1.180

5. Indah Kiat (INKP), Rp 6 M, saham -6,95% Rp 9.375

6. Tower Bersama (TBIG), Rp 4 M, saham +0,95% Rp 2.130

7. Media Nusantara (MNCN), Rp 3 M, saham -2,06% Rp 950

8, Wijaya Karya (WIKA), Rp 3 M, saham -6,80% Rp 1.370

9. Sarana Menara (TOWR), Rp 2 M, saham -1,36% Rp 1.090

10. Telkom (TLKM), Rp 2 M, saham -1,49% Rp 3.310

Dari data BEI ini, ada dua saham yang mencatatkan net buy tapi harga sahamnya ambruk menyentuh level auto reject bawah atau ARB (7%) yakni Indah Kiat (INKP) dengan beil bersih Rp 6 miliar dan saham jatuh 6,95% di level Rp 9.375/saham dan Wijaya Karya (WIKA) net buy Rp 3 miliar, saham ambruk 6,80% Rp 1.370.

INKP juga masuk menjadi top losers pada perdagangan kemarin, bersama 'saudaranya' dari emiten Grup Sinarmas lainnya yakni, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM). Kedua perusahaan kertas ini serempak ambruk dan menyentuh ARB.

Mengikuti INKP-TKIM, saham emiten tambang batu bara grup Northstar, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) juga merosot hingga ARB pada perdagangan awal pekan ini.

Sementara itu, bursa saham Asia mayoritas berakhir di zona merah pada perdagangan Senin kemarin (12/4/2021). Koreksi ini menyusul masih minimnya angin sentimen pengangkat bursa dan kekhawatiran pelaku pasar di China terkait potensi pengetatan kebijakan suku bunga acuan di tengah ekspektasi data ekonomi yang optimis yang akan dirilis akhir bulan ini.

Hanya indeks KOSPI Korea Selatan yang masih mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan kemarin setelah ditutup menguat 0,12% ke level 3.135,59.

Sedangkan sisanya berakhir di zona merah. Data perdagangan mencatat, indeks Nikkei Jepang berakhir merosot 0,77% ke 29.538,73, Hang Seng terjerembab 0,86% ke 28.453,28, Shanghai Composite China ambles 1,09% ke 3.412,95, dan STI Singapura melemah 0,33% ke 3.173,93.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading