Gainers-Losers

IHSG Terjun Bebas! Saham INKP-TKIM dan Grup Northstar Anjlok

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
12 April 2021 16:03
Pekerja melakukan bongkar muat batu bara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/2/2021). Pemerintah telah mengeluarkan peraturan turunan dari Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Adapun salah satunya Peraturan Pemerintah yang diterbitkan yaitu Peraturan Pemerintah No.25 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak dua saham emiten Grup Sinarmas, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), serempak ambruk dan menyentuh auto rejection bawah (ARB) sebagai top losers hari ini, Senin (12/4/2021).

Mengikuti INKP-TKIM, saham emiten tambang batu bara grup Northstar, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) juga merosot hingga ARB pada perdagangan awal pekan ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 'terjun bebas' hari ini, melanjutkan pelemahan sejak Jumat pekan lalu (9/4). IHSG ambrol 2,00%, meninggalkan level 6.000 ke posisi 5.948,56 pada penutupan sesi II perdagangan, Senin (12/4).


Menurut data BEI, hanya ada 123 saham naik, 379 saham merosot dan 137 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,23 triliun dan volume perdagangan mencapai 16,11 miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 521,01 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 250,22 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (12/4).

Top Gainers

  1. Menteng Heritage Realty (HRME), saham +26,32%, ke Rp 72, transaksi Rp 20,9 M

  2. MegaPower Makmur (MPOW), +8,42%, ke Rp 103, transaksi Rp 7,8 M

  3. Sunindo Adipersada (TOYS), +7,14%, ke Rp 270, transaksi Rp 13,3 M

  4. Bank Jago (ARTO), +6,98%, ke Rp 10.725, transaksi Rp 219,6 M

  5. Clipan Finance Indonesia (CFIN), +6,88%, ke Rp 342, transaksi Rp 29,2 M

Top Losers

  1. Indah Kiat Pulp and Paper (INKP), saham -6,95%, ke Rp 9.375, transaksi Rp 127,8 M

  2. Bank Tabungan Negara (BBTN), -6,92%, ke Rp 1.615, transaksi Rp 260,5 M

  3. Pakuwon Jati (PWON), -6,92%, ke Rp 498, transaksi Rp 59,2 M

  4. Delta Dunia Makmur (DOID), -6,88%, ke Rp 352, transaksi Rp 85,1 M

  5. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM), -6,84%, ke Rp 9.875, transaksi Rp 98,9 M

Menurut data di atas, saham emiten perhotelan HRME menjadi pemuncak top gainers dengan raihan 26,32% ke Rp 72/saham. Emiten yang listing di bursa pada 2019 lalu ini membukukan nilai transaksi sebesar Rp 20,9 miliar hari ini.

HRME berhasil rebound dari pelemahan pada penutupan pasar Jumat lalu (9/4), ketika meorost 1,72% ke Rp 57/saham.

Berbeda dengan HRME, emiten kertas Grup Sinarmas INKP bersama dengan 'saudaranya' sesama emiten kertas TKIM malah ambles dan menyentuh ARB hari ini.

INKP anjlok 6,95% ke Rp 9.375/saham dengan nilai transaksi Rp 127,8 miliar, sementara TKIM tersungkur 6,84% ke Rp 9.875/saham.

Praktis, dengan ini dua saham tersebut kompak menghuni top losers selama dua hari berturut-turut. Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu (9/4), TKIM terpelanting 6,81% dan INKP ambles 5,50%.

Dua emiten tersebut baru saja menerbitkan laporan keuangan tahunan sepanjang tahun lalu.

Menurut laporan keuangan perusahaan di website BEI, TKIM membukukan total pendapatan US$ 866,45 juta atau setara Rp 12,56 triliun (kurs 14.500). Pendapatan ini turun 17,25% dari tahun 2019 yang mencapai US$ 1,04 miliar atau setara Rp 15,18 triliun.

Turunnya penjualan TKIM ikut mempengaruhi laba bersih yang juga turun 10,92% dari US$ 166,51 juta atau setara Rp 2,41 triliun menjadi US$ 148,33 juta atau setara dengan Rp 2,15 triliun.

Di sisi lain, pendapatan INKP juga ikut turun 7,36% dari tahun 2019 sebesar US$ 3,22 miliar atau setara Rp 46,73 triliun menjadi US$ 2,98 miliar atau setara Rp 43,29 triliun.

Namun sebaliknya, INKP malah mengalami kenaikan laba bersih meskipun penjualannya turun.

Sepanjang tahun lalu INKP mampu meningkatkan laba bersih 7,17% dari sebelumnya US$ 274,37 juta atau setara Rp 3,97 triliun naik menjadi US$ 294,05 juta atau setara Rp 4,26 triliun.

Seperti duo Sinarmas, saham emiten batu bara DOID juga menyentuh ARB 6,88% ke Rp 352/saham. Nilai transaksi saham ini tercatat sebesar Rp 85,1 miliar.

Sebelumnya, pada Jumat lalu, DOID juga menjadi top losers setelah jatuh 5,50% ke Rp 378/saham.

Dengan pelemahan ini, saham DOID sudah melorot 8,81% selama sepekan terakhir, sementara dalam sebulan saham ini juga ambles 5,88%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading