Rupiah Keok, Dolar Singapura Ngegas ke Level Tinggi 6 Bulan

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
12 April 2021 12:20
FILE PHOTO: A Singapore dollar note is seen in this illustration photo May 31, 2017.     REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar tukar dolar Singapura menguat 3 hari beruntun melawan rupiah pada perdagangan Senin (12/3/2021) dan mencapai level tertinggi 6 bulan. Rilis data penjualan ritel Indonesia yang belum menunjukkan pertumbuhan membuat rupiah tertekan.

Pada pukul 11:33 WIB, SG$ 1 setara Rp 10.872,80, dolar Singapura menguat 0,2% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sebelumnya Mata Uang Negeri Kanguru ini sempat menyentuh level Rp 10.889,32/SG$ yang merupakan level tertinggi sejak 2 Oktober tahun lalu.

Penjualan ritel di Indonesia masih mengalami kontraksi pada Februari 2021, baik secara bulanan (month-to-month/MtM) dan tahunan (year-on-year/YoY).


Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Februari 2021 sebesar 177,1. Terjadi kontraksi atau pertumbuhan negatif 2,7% MtM. Secara YoY, kontraksinya mencapai 18,1%.

Namun data Februari 2021 sedikit lebih baik ketimbang bulan sebelumnya. Pada Januari 2021, penjualan ritel tumbuh -4,3% MtM.

"Responden menyampaikan bahwa perbaikan tersebut didorong oleh permintaan masyarakat yang meningkat saat HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) Imlek dan libur nasional. Perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok barang, seperti Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Suku Cadang dan Aksesoris," sebut keterangan tertulis BI yang dirilis Senin (12/4/2021).

Di bulan Maret, penjualan ritel diperkirakan akan lebih baik lagi. Responden memprakirakan peningkatan kinerja penjualan eceran berlanjut pada Maret 2021. Hal itu tercermin dari IPR Maret 2021 yang diprakirakan tumbuh 2,9% (MtM), meski secara tahunan masih berkontraksi 17,1%.

Sejak pekan lalu, data ekonomi dari dalam negeri memang kurang bagus.

Rabu lalu, BI melaporkan cadangan devisa per akhir Maret sebesar US$ 137,1 miliar, turun US$ 1,7 miliar dari bulan Februari Rp 138,8 miliar yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa.

Kemudian pada hari Jumat, BI merilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menunjukkan perbaikan. Pada Maret 2021, BI mengumumkan IKK berada di 93,4. Meningkat dibandingkan dengan 85,8 dan 84,9 pada Februari dan Januari 2021.

"Perbaikan keyakinan konsumen pada Maret 2021 didorong oleh membaiknya ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan dan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini. Responden menyampaikan bahwa perbaikan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan ditopang oleh membaiknya ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja, ekspansi kegiatan usaha, dan penghasilan pada 6 bulan yang akan datang," sebut keterangan tertulis BI, Jumat (9/4/2021).

IKK menggunakan angka 100 sebagai titik mula. Di atasnya berarti optimistis, sementara di bawahnya berarti pesimistis.

Artinya, IKK di bulan Maret memang sudah membaik tetapi konsumen cenderung masih pesimistis atau belum pede memandang perekonomian saat ini hingga enam bulan mendatang.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading