Diam-diam Lippo Cicil Jual Matahari, MPPA Mau Rights Issue!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
09 April 2021 18:50
Doc.Multipolar/via Detik

Jakarta, CNBC Indonesia - Entitas induk Grup Lippo, PT Multipolar Tbk (MLPL), memutuskan untuk mengurangi porsi kepemilikan saham perusahaan di anak usaha, pengelola gerai Hypermart PT Matahari Putra Prima (MPPA).

Sementara, MPPA berencana melakukan peningkatan struktur modal perusahaan melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut keterbukaan informasi di website BEI pada Rabu (7/4), MLPL telah menjual 11,9% atau 896.327.200 saham kepemilikan perusahaan di MPPA. Transaksi itu sendiri terjadi pada 6 April 2021 dengan harga penjualan Rp 404/saham.


Alasan pengurangan kepemilikan tersebut adalah untuk diinvestasikan kembali ke MPPA untuk memperkuat neraca perusahaan dan menyediakan modal kerja perusahaan ke depan.

"[Tujuan dari transaksi untuk] memperluas investor skala besar dalam MPPA dan untuk investasi kembali," jelas Direktur MLPL Agus Arismunandar dalam keterangan tertulis, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (9/4).

Dengan demikian, porsi kepemilikan MLPL berkurang sebelumnya 50,23% atau 3.781.947.551 lembar saham menjadi 38,33% atau 2.885.620.351 lembar saham.

Pada hari yang sama, Rabu (7/4), manajemen MPPA memberitahu otoritas bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahwa perseroan berencana untuk melakukan peningkatan modal melalui mekanisme rights issue.

Rights issue dilakukan dalam rangka memperkuat struktur permodalan perusahaan yang didirikan pada 1986 silam ini. Adapun pelaksanaan HMETD tersebut direncanakan akan dilakukan selambatnya pada bulan Agustus 2021.

Hal tersebut dilakukan dengan memperhatikan persyaratan sebagaimana ditentukan berdasarkan ketentuan di bidang pasar modal yang berlaku.

Ketentuan tersebut, di antaranya diperolehnya persetujuan pemegang saham dalam penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) serta pengajuan dokumen Pernyataan Pendaftaran kepada OJK.

"Jumlah maksimum HMETD serta persyaratan sehubungan HMETD akan disampaikan kemudian sesuai dengan jadwal pelaksanaan HMETD," jelas Sekretaris Perusahaan Danny Kojongian dalam keterangan tertulis, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (9/4).

Sebagai informasi, MLPL adalah induk perusahaan yang didirikan pada 1975 dari sejumlah anak usaha Grup Lippo yang memiliki fokus bisnis yang beragam.

Menurut website perusahaan, saat ini MLPL telah berevolusi menjadi sebuah perusahaan investasi strategis dengan cakupan bisnis meliputi segmen Ritel, Telekomunikasi, Multimedia, dan Teknologi (TMT), serta Bisnis Lain dan Investasi.

Lini bisnis utama Perseroan di segmen ritel MLPL adalah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).

MPPA melakukan kegiatan usaha utama berupa jaringan toko swalayan yang menyediakan berbagai macam barang seperti barang kebutuhan sehari-hari hingga barang elektronik.

Saat ini, MPPA merupakan salah satu perusahaan retail groseri di Indonesia, mengelola gerai Hypermart, Primo dan Foodmart, dengan lokasi gerai berada di 73 kota dan 31 provinsi.

Pada penutupan pasar hari ini, saham MLPL melesat 10,97% ke Rp 172/saham, sementara MPPA melejit 24,57% ke Rp 585/saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading