Bos Waskita Curhat: Soal Utang Menggunung & Rugi Rp 7 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 April 2021 09:00
Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur emiten BUMN karya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT), Destiawan Soewardjono menceritakan kondisi perseroan yang sedang terimpit beban bunga utang yang cukup tinggi. Ditambah lagi, pada tahun 2020, perseroan mencatatkan kerugian sebesar Rp 7,28 triliun, kebalikan dari tahun sebelumnya laba Rp 872 miliar.

Kondisi ini kian dipeberat dengan liabilitas sebesar Rp 89,01 triliun dan beban bunga utang sebesar Rp 4,7 triliun. Sebetulnya, upaya perseroan menekan beban bunga sudah dilakukan, di antaranya dengan mendivestasi 5 ruas tol yang dikelola Waskita, namun investor menunda rencana pembelian karena pandemi Covid-19.

"Akibat pandemi ini tahun 2020 harusnya ada 5 ruas yang kami divestasi tapi kami gagal karena para investor menunda," katanya dalam webinar, Kamis (8/4/2021), seperti dikutip Detik Finance.


Bila divestasi itu lancar, imbuh Destiawan, seharusnya bisa menekan bunga utang perseroan dan diharapkan kinerja perseroan akan lebih baik di tahun ini.

"Kalau ini terjadi maka ini akan mengurangi beban utang Waskita yang tahun lalu dengan utang hampir Rp 90 triliun itu kami harus menanggung beban bunga Rp 4,7 triliun, jadi ini sangat-sangat berat," ujarnya.

Sementara itu, menurut Direktur Keuangan Waskita Karya, Taufik Hendra Kusuma, mengatakan, saat ini ada 9 ruas tol yang sedang dalam proses diivestasi, 4 di antaranya sudah hampir tahan closing dan 5 lainnya dalam pipeline. Jika berhasil, divestasi ruas tol tersebut akan memangkas beban utang perseroan sampai Rp 20 triliun. Selain divestasi ruas tol, perusahaan juga memperbaiki kinerja dengan restrukturisasi utang. Ia pun berharap, dalam prosesnya mendapat dukungan penuh dari Kementerian BUMN maupun Kementerian Keuangan.

"Tahun ini saja kalau misalnya kita bisa sesuai target 9 ruas praktis kita bisa merilis dari sisi utang sampai ke sekitar Rp 20 triliun itu akan lepas baik efeknya dari pembayaran maupun dari rekonsolidasi, belum termasuk profitnya."

Secara terpisah, masalah kesulitan keuangan ini pernah diungkap mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam tulisannya, "Haus Kerongkongan,". Ia meyakini ramalan para ekonom mengenai ketahanan BUMN Infrastruktur tinggal menunggu waktu akan terjadi. Posisi BUMN Karya digambarkan akan sulit atau sulit sekali.

Sektor konstruksi memang menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Proyek-proyek konstruksi terpaksa mangkrak ketika Indonesia pertama kali kedatangan tamu tak diundang dari Wuhan, China.

Mangkraknya proyek ini tentu saja menyebabkan sektor konstruksi yang padat modal merugi parah akibat arus kas yang macet. Sementara beban keuangan yang jumbo akibat hutang usaha yang besar harus tetap dibayar.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading