Cadangan Devisa RI Kalah Sama Thailand & Singapura, Bahaya?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
08 April 2021 07:06
U.S. dollar and Euro banknotes are seen in this picture illustration taken May 3, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration Ilustrasi Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)

Selain itu, Indonesia juga sudah menyepakati perjanjian bilateral dengan bank sentral sejumlah negara. Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pihaknya sejauh ini sudah menjalin kerja sama dengan bank sentral sejumlah negara yaitu China, Jepang, Malaysia, dan Thailand, untuk penggunaan mata uang lokal masing-masing dalam transaksi perdagangan, atau Local Currency Bilateral Swap Agreement (LCBSA).

"Kami memperbanyak jumlah bank yang ditunjuk untuk bisa bertransaksi dengan mata uang lokal tersebut. Kami dorong agar bank-bank yang kami tunjuk diberikan suatu fleksibilitas dan fasilitas, sehingga mereka bisa bertransaksi dengan local currency. Jadi ketergantungan terhadap dolar AS bisa dikurangi," jelas Perry, awal tahun ini.


Selain LCBSA, BI juga mendapatkan fasilitas langsung dari bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) berupa Repurchase Agreement (Repo) Line. The Fed berkomitmen untuk menyiapkan pasokan valas senilai US$ 60 miliar jika Indonesia membutuhkan.

"Kerja sama dengan The Fed ini hanya dengan sejumlah negara di emerging markets, termasuk Indonesia. Ini bagian dari confidence dari AS kepada Indonesia karena punya prospek bagus baik dari kebijakan dari fiskal dan moneter," tegas Perry.

Jadi, Indonesia juga sudah punya alternatif lain andai cadangan devisa semakin menipis. Sudah ada LCBSA dan Repo Line dari The Fed.

Rupiah nyaman, hati pun tenang...

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading