Cadangan Devisa RI Kalah Sama Thailand & Singapura, Bahaya?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
08 April 2021 07:06
Warga melintas di depan toko penukaran uang di Kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (20/7). di tempat penukaran uang ini dollar ditransaksikan di Rp 14.550. Rupiah melemah 0,31% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Ilustrasi Dolar AS (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Dibandingkan negara-negara ASEAN-5, cadangan devisa Indonesia cukup kuat. Dengan nilai US$ 137,09 miliar, Indonesia berada di peringkat ketiga, hanya kalah dari Singapura dan Thailand.


Namun sejatinya Indonesia dan negara-negara ASEAN tidak perlu terlampau mencemaskan cadangan devisa. Sebab, cadangan devisa hanyalah 'pertahanan' lapis pertama untuk membendung gejolak di perekonomian.

Negara-negara ASEAN+3 sudah memiliki 'pertahanan' tambahan yaitu Chiang Mai Initiatives Multilateralization (CMIM). Ini adalah semacam cadangan devisa bersama yang bisa diakses oleh negara anggota yang membutuhkan.

CMIM dibentuk pada Mei 2000 di Thailand saat Pertemuan Tahunan Bank Pembangunan Asia (ADB). Belajar dari Krisis Keuangan Asia 1997-1998, di mana Indonesia menjadi salah satu korbannya, negara-negara ASEAN menyadari perlunya upaya regionalisasi sehingga tidak terlalu tergantung kepada 'sedekah' dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Pada Maret 2010, saat Pertemuan Tahunan ADB di Bali, disepakati dan diluncurkan cadangan devisa bersama dalam kerangka CMIM sebesar US$ 120 miliar. Pada 2012, nilainya bertambah dua kali lipat.

Jadi kalau (amit-amit) cadangan devisa Indonesia sudah menipis dan ada kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah, maka tidak perlu khawatir. Masih ada sumber lain yaitu CMIM.

Indonesua Jalin Kerja Sama Amankan Pasokan Valas
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading