Dihantam Pandemi 2020, Penjualan Mayora Drop Jadi Rp 24 T

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
07 April 2021 12:15
Doc.Mayora Indah

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konsumer, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 24,47 triliun sepanjang tahun lalu, turun 2,2% dari posisi Desember 2019 sebesar Rp 25,03 triliun.

Mayora di bisnis konsumer dengan berbagai macam barang mulai dari minuman ringan, biskuit hingga bubur dan sereal. Penjualan tahun lalu berkurang sebesar Rp 549,7 miliar jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Dalam laporan yang mereka terbitkan, manajemen MYOR menyatakan turunnya pendapatan ini salah satunya disebabkan oleh ketidakpastian kondisi ekonomi.


Ini terjadi karena dampak negatif pada pasar finansial global akibat pandemi Covid-19 yang dirasakan sepanjang 2020 lalu.

Pandemi Covid-19 menimbulkan volatilitas yang tinggi pada nilai wajar instrumen keuangan, terhentinya perdagangan, gangguan operasional perusahaan, pasar saham yang tidak stabil, volatilitas nilai tukar mata uang asing dan likuiditas yang ketat pada sektor-sektor ekonomi tertentu di Indonesia, termasuk industri manufaktur, yang dapat berkelanjutan dan berdampak terhadap keuangan dan operasional Grup.

Penurunan pendapatan dari penjualan tidak selaras dengan beban pokok penjualan yang malah naik sedikit menjadi Rp 17,18 triliun dari sebelumnya Rp 17,10 triliun.

Laba Bersih

Meskipun turunnya pendapatan dari penjualan dan naiknya beban pokok, Mayora masih mampu membukukan peningkatan laba bersih perusahaan yang naik 3,07%. Laba bersih perusahaan yang didirikan 44 tahun lalu tercatat berada di angka Rp 2,06 triliun, naik dari Rp 2 triliun tahun 2019.

Laba per saham ikut naik menjadi Rp 92 dari sebelumnya Rp 89 di tahun 2019.

Dari sisi aset, terjadi sedikit apresiasi sebesar 3,88% menjadi Rp 19,77 triliun pada tahun 2020, dari posisi yang sama tahun 2019 senilai Rp 19,03 triliun. Aset lancar tercatat Rp 12,83 triliun meningkat sedikit dari Rp 12,77 triliun, sedangkan untuk aset tidak lancar mengalami kenaikan 10,81% menjadi Rp 6,94 triliun dari sebelumnya hanya Rp 6,26 triliun.

Di pos liabilitas terjadi depresiasi 6,79% menjadi sebesar Rp 8,5 triliun, dari posisi tahun 2019 dengan jumlah Rp 9,12 triliun. Liabilitas jangka pendek tercatat senilai Rp 3,47 triliun dan liabilitas jangka panjang mencapai Rp 5,03 triliun.

Untuk ekuitas di akhir 2020 ditutup pada posisi Rp 11,27 triliun, mengalami apresiasi 13,72% dari Rp 9,91 triliun pada tahun sebelumnya.

Di pasar modal, data BEI mencatat, saham MYOR ditutup di sesi I, Rabu ini (7/4), ditutup stagnan di posisi Rp 2.530/saham dengan nilai transaksi rendah Rp 1,50 miliar. Sebulan terakhir saham MYOR minus 8% dan year to date juga turun 7%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading