FTSE Kocok Ulang Penghuni Indeks, Bagaimana Nasib Saham RI?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 March 2021 11:54
FILE PHOTO: A man is reflected in an electronic board showing Britain's FTSE 100 outside a brokerage in Tokyo, Japan, June 27, 2016.  REUTERS/Toru Hanai/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyedia data dan indeks pasar modal global, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell melakukan penyesuaian (rebalancing) portofolio saham di pasar Asia Pasifik di luar Jepang dan China.

Beberapa saham, salah satunya saham emiten di Indonesia seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR), masuk ke daftar indeks ini.

Berdasarkan data yang dirilis oleh FTSE Russell, terdapat beberapa kategori indeks yang dijadikan acuan oleh investor global.


Dimulai dari indeks Large Cap, dari indeks ini anak usaha London Stock Exchange Group ini mengeluarkan INDF dalam jajaran emiten dengan kapitalisasi saham besar pada review periode ini.

Namun demikian, INDF dialihkan posisinya ke indeks Mid Cap atau saham-saham dengan kapitalisasi saham menengah.

Di indeks ini perusahaan milik grup Salim ini bergabung dengan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang juga baru saja masuk dalam indeks ini.

Lalu untuk indes dengan kapitalisasi saham kecil (Small Cap), terdapat tiga emiten di Bursa Efek Indonesia yang baru saja dimasukkan dalam indeks ini, yakni PT Indosat Tbk (ISAT), PT BRISyariah atau saat ini sudah bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP).

Masih dari indeks yang sama, FTSE Russell mengeluarkan saham PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) dari jajaran saham-saham tersebut.

Lanjut ke indeks berikutnya, yakni indeks Micro Cap. Terdapat enam emiten Indonesia yang baru saja dimasukkan dalam indeks ini.

Saham-saham tersebut antara lain PT Link Net Tbk (LINK), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) dan PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY).

Ada yang masuk tentu ada yang keluar. Dari indeks tersebut juga terdapat enam emiten Indonesia yang dihapuskan dari indeks tersebut.

Seluruh saham yang dihapuskan ini antara lain BRIS dan BBKP karena naik kelas, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Untuk indeks-indeks lainnya, lembaga ini baru saja memasukkan saham MYOR ke indeks FTSE All World.

Lalu untuk indeks FTSE All Caps, beberapa saham seperti MYOR, ISAT, BRIS dan BBKP juga baru saja dikategorikan masuk dalam indeks tersebut. Namun saham SILO terpaksa terdepak dari indeks ini.

Untuk indeks FTSE Total Cap, saham MYOR, ISAT, LINK, IMAS, MARK, ACST, WIIM, dan JSKY baru saja dimasukkan.

Namun ini harus merelakan SILO, AGRO, INAF, SMBR dan GIAA harus rela dikeluarkan dari indeks ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investor Ambil Nafas Dulu, Bursa Eropa Tertekan di Sesi Awal


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading