Duh! BP Jamsostek Bakal Kurangi Investasi Saham & Reksa Dana

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
30 March 2021 13:56
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. (Dok: BPJS)

Jakarta, CNBC Indonesia - BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek akan mengurangi porsi investasi di saham dan reksa dana. Langkah ini dilakukan dalam rangka Asset Matching Liabilities (ALMA) Jaminan Hari Tua (JHT).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dalam rapat dengar pendapat bersama Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan Komisi IX DPR.

Ada tiga strategi yang dipaparkan BP Jamsostek dihadapan komisi XI. 


"Pertama, strategi investasi dengan melakukan perubahan dari saham dan reksa dana ke obligasi dan investasi langsung sehingga bobot instrumen saham dan reksa dana semakin kecil," jelas Anggoro, Selasa (30/3/2021).

Kedua, melakukan koordinasi intensif terutama dengan emiten yang memiliki kontribusi unrealized loss dalam portofolio saham untuk mengetahui strategi emiten.

Ketiga, menerapkan metode hasil pengembangan yang meperhatikan kesehatan keuangan dengan tetap memastikan hasil pengembangan di atas suku bunga yang jamin Undang-Undang.

Anggoro menjabarkan bahwa pada Februari 2021, rasio kecukupan dana (RKD) program JHT sebesar 95,2%. Jumlahnya belum pernah mencapai 100% lagi sejak capaian terakhir pada Desember 2017, dengan RKD 101%.

"Kami lihat strateginya bisa melakukan perubahan dari saham dan reksa dana ke obligasi atau investasi langsung. Sehingga secara perlahan nanti kami akan rekomposisi aset yang ada untuk meminimalisir risiko pasar yang terjadi seperti saat ini," ujar Anggoro.

Menurut Anggoro, strategi itu akan membuat bobot instrumen saham dan reksa dana di portofolio JHT semakin mengecil. Namun, hal tersebut akan turut mengurangi dampak fluktuasi indeks harga saham gabungan (IHSG) terhadap dana BPJS Ketenagakerjaan.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading