Waduh! Laba Jasa Marga Anjlok 77% Jadi Rp 501 M di 2020

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
30 March 2021 10:43
Dok Jasa Marga

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola jalan tol BUMN, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan penurunan laba bersih yang cukup signifikan pada periode sepanjang tahun 2020.

Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 501,05 miliar sampai dengan 31 Desember 2020 atau turun 77,3% dari tahun sebelumnya Rp 2,20 triliun.

Mengacu laporan kinerja yang dipublikasikan Jasa Marga, penurunan laba bersih tersebut menyebabkan nilai laba per saham dasar turun menjadi Rp 69,04 per saham dari sebelumnya Rp 304,10 per saham.


Anjloknya perolehan laba bersih ini sejalan dengan penurunan pendapatan sebesar 47,98% menjadi Rp 13,70 triliun dari periode tahun 2019 sebesar Rp 26,34 triliun.

Rinciannya, pendapatan tersebut terdiri dari pendapatan tol sebesar Rp 8,76 triliun, turun dari tahun sebelumnya Rp 10,13 triliun. Pendapatan konstruksi Rp 4,11 triliun yang juga anjlok dari sebelumnya Rp 15,36 triliun.

Sedangkan, pendapatan usaha lainnya memberikan kontribusi sebesar Rp 824,73 miliar.

Namun, seiring penurunan pendapatan, emiten bersandi JSMR ini juga menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp 8,34 triliun dari sebelumnya Rp 19,90 triliun.

Corporate Secretary Jasa Marga, M Agus Setiawan menjelaskan, perseroan masih konsisten menjaga kinerja usaha di tengah pandemi Covid-19 yang turut berdampak terhadap bisnis perseroan dan juga peningkatan beban bunga seiring dengan pengoperasian jalan tol baru.

Agus melanjutkan, hal ini terefleksi dari perolehan laba bersih sebesar Rp 501,05 miliar.

Lebih lanjut, perseroan juga tetap mampu mempertahankan Margin EBITDA tetap stabil sebesar 62,42 % atau di level Rp 5,98 triliun, dengan melakukan berbagai efisiensi untuk dapat mengimbangi penurunan volume lalu lintas dan pendapatan tol sebagai imbas dari diterapkannya kebijakan Work From Home (WFH) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah pada kuartal II dan III tahun 2020.

"Kebijakan tersebut yang menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan tol perseroan pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 8,76 triliun," katanya, dalam keterangan pers, Selasa (30/3/2021).

Selain itu, seiring dengan beroperasinya beberapa ruas tol baru di tahun 2020, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 104,08 triliun, tumbuh sebesar 4,4% jika dibandingkan tahun 2019.

Data BEI mencatat, saham JSMR pada pukul 10.35 WIB Selasa ini, minus 1,44% di level Rp 4.110/saham dengan koreksi sebulan 2,14% dan kapitalisasi pasar Rp 30 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading