Gainers-Losers

Saham 'Tidur' Malah Puncaki Top Gainers, ANTM-TINS Sengsara!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
29 March 2021 12:26
Tambang emas bawah tanah Pongkor, Jawa Barat, milik Antam (Doc.Antam)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada sesi I hari ini. IHSG naik 0,30% ke posisi 6.214 pada penutupan sesi I perdagangan, Senin (29/3/2021).

Menurut data BEI, ada 249 saham naik, 224 saham merosot dan 146 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,94 triliun dan volume perdagangan mencapai 7,95 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan bersih beli bersih asing mencapai Rp 68,32 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 2,52 miliar.


Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (29/3).

Top Gainers

  1. Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK), saham +18,87%, ke Rp 63, transaksi Rp 30,3 M

  2. Centratama Telekomunikasi Indonesia (CENT), +12,12%, ke Rp 296, transaksi Rp 51,2 M

  3. Bintang Mitra Semestaraya (BMSR), +9,47%, ke Rp 104, transaksi Rp 5,6 M

  4. Cahayasakti Investindo Sukses (CSIS), +7,89%, ke Rp 82, transaksi Rp 4,7 M

  5. Rukun Raharja (RAJA), +7,21%, ke Rp 238, transaksi Rp 23,9 M

Top Losers

  1. Planet Properindo Jaya (PLAN), saham -10,00%, ke Rp 27, transaksi Rp 1,6 M

  2. Bumi Resources Minerals (BRMS), -6,90%, ke Rp 81, transaksi Rp 16,7 M

  3. Bank Ganesha (BGTG), -5,77%, ke Rp 147, transaksi Rp 10,6 M

  4. Aneka Tambang (ANTM), -4,12%, ke Rp 2.330, transaksi Rp 560,0 M

  5. Bintang Oto Global (BOGA), -4,06%, ke Rp 1.300, transaksi Rp 121,0 M

Dari data BEI, saham emiten konstruksi DGIK berhasil memuncaki top gainers, dengan melejit 18,87% ke Rp 63/saham pada sesi I ini. Asing membeli saham ini sebesar Rp 21,92 juta.

Saham DGIK termasuk ke dalam saham 'tidur' alias tidak banyak bergerak di pasar. Ambil contoh, secara year to date (YTD), saham ini hanya bergerak pada 18 Januari 2021 ketika ditutup naik ke Rp 51/saham. Sisanya lonjakan tiba-tiba pada harga saham ini terjadi dalam 2 hari perdagangan terakhir.

Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu (26/3), saham perusahaan yang mulai beroperasi pada 1982 ini mencuat 6,00% ke Rp 53/saham. Praktis, secara YTD saham ini hanya bergerak tiga kali.

Berbanding terbalik, saham emiten perhotelan PLAN menjadi pecundang sebagai top losers dengan ambrol 10,00% ke harga Rp 27/saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,6 miliar.

Sebagai informasi, PLAN termasuk emiten yang tercatat di papan akselerasi sehingga harga sahamnya bisa berada di bawah Rp 50/saham.

Pihak BEI menyatakan, saat ini batasan harga saham terendah bisa di bawah Rp 50 per saham, artinya batasan harga saham terendah bisa mencapai Rp 1 per saham melalui papan akselerasi.

Asal tahu saja, ada tiga papan perdagangan yakni Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Akselerasi.

Berdasarkan lampiran keputusan direksi BEI Nomor Kep/BEI/2018 dijelaskan, Papan Akselerasi mengakomodasi perusahaan dengan aset skala kecil atau skala menengah untuk mencatatkan saham di BEI.

Dengan pelemahan ini, PLAN sudah ambles 30,77% dalam sepekan, sementara sudah anjlok 69,32% dalam sebulan terakhir.

Sebelumnya, otoritas bursa telah mensuspensi atau menghentikan perdagangan saham PLAN beserta waran perseroan (PLAN-W) pada 23-24 Maret 2021, lantaran terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut.

Sementara duo emiten nikel pelat merah, ANTM dan PT Timah Tbk (TINS) juga 'nangkring' di daftar top losers.

ANTM anjlok 4,12% ke Rp 2.330/saham, adapun TINS merosot 3,71% ke 1.685/saham di posisi enam top losers.

Pelemahan keduanya diikuti dua saham nikel lainnya, yakni saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) yang turun 1,64% ke Rp 1.200/saham dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang terkoreksi 1,71% ke Rp 4.600/saham.

Sejumlah saham nickel sejak pagi terpantau ambruk pada perdagangan hari ini setelah diresmikannya pembentukan holding perusahaan baterai BUMN, yaitu PT Indonesia Battery Corporation (IBC), oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir pada Jumat pekan lalu (26/3).

Meskipun demikian nampaknya investor lebih memilih sell on news dan melakukan aksi ambil untung setelah pada perdagangan Jumat lalu harga saham nikel melesat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading