Deretan Emiten Dapat Berkah dari Indonesia Holding Battery

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 March 2021 13:50
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera mengumumkan pendirian Indonesia Battery Holding (IBH) yang bernama lengkap Indonesia Battery Corporation (IBC) yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air.

Dalam undangan yang didapat media nasional termasuk CNBC Indonesia, kementerian yang dipimpin Erick Thohir ini akan menggelar konferensi pers Pendirian Indonesia Battery Corporation (IBC) pada Jumat (26/3/2021) pukul 15.30 sore nanti.

Narasumber yang hadir di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN (Pahala Mansury dan Kartiko Wirjoatmodjo), Dirut IBC, dan lainnya.


Untuk diketahui holding ini nantinya terdiri dari empat perusahaan BUMN antara lain PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum alias MIND ID, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).

Tak hanya perusahaan ini saja nantinya yang akan terdampak positif dari terbentuknya holding ini. Penambang nikel lainnya seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Harum energy Tbk (HRUM) dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) juga akan mendapatkan berkah dari pendirian perusahaan baterai ini.

Kemudian emiten-emiten tambang milik BUMN yang juga anak usaha Inalum juga tidak akan lepas dari dampak positif dari adanya holding tersebut.

Efek ini sudah tergambar dari pergerakan sahamnya pada perdagangan sesi I hari ini.

Saham ANTM sudah menguat 10,55% pagi ini ke harga Rp 2.410/saham. Asing pun memborong saham ini senilai Rp 23,24 miliar.

Kemudian saham INCO juga tak mau kalah ikut menguat hingga 6,19% ke Rp 4.630/saham sepanjang perdagangan sesi pertama akhir pekan. Asing juga tak mau kalah memborong saham ini hingga Rp 40,43 miliar sepanjang pagi.

Beralih ke saham HRUM ikut terkerek ke harga Rp 5.125/saham setelah mayoritas perdagangan pekan ini malah ditutup di zona merah. Asing juga memborong saham perusahaan ini mencapai Rp 413,26 juta.

Untuk saham NIKL, terungkit 2,56% pagi ini ke Rp 1.200/saham meski asing mencatatkan net sell senilai Rp 77 juta hari ini.

Saham BUMN lainnya, PTBA pada akhir perdagangan sesi I ditutup stagnan di harga Rp 2.690/saham dengan fluktuasi harga cukup tinggi hari ini. Dilepas asing sebesar Rp 9,62 miliar.

Terakhir adalah saham PT Timah Tbk (TINS) ikut menguat pagi ini ke harga Rp 1.735/saham atau naik 4,52% dibanding penutupan kemarin. Asing melakukan net sell mencapai Rp 5,22 miliar dari saham ini.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading