Diumumkan Hari Ini, Cek 8 Fakta Indonesia Battery Corporation

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 March 2021 08:07
Erick Thohir di acara ISEI, Rabu 17 Maret 2021

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara resmi akan mengumumkan pendirian Indonesia Battery Holding (IBH) yang bernama lengkap Indonesia Battery Corporation (IBC) yang dibentuk untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air.

Berdasarkan undangan yang didapat media nasional termasuk CNBC Indonesia, kementerian yang dipimpin Erick Thohir ini akan menggelar konferensi pers Pendirian Indonesia Battery Corporation (IBC) pada Jumat (26/3/2021) pukul 15.30 sore nanti.

Narasumber yang hadir di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN (Pahala Mansury dan Kartiko Wirjoatmodjo), Dirut IBC, dan lainnya.


Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan CNBC Indonesia berdasarkan pemberitaan sejak awal tahun ini.

1. Anggota Holding IBC

Perusahaan holding ini nantinya terdiri dari empat perusahaan BUMN antara lain PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Inalum alias MIND ID, anak usahanya yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).

Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan nantinya IBC ini bisa menjadi satu perusahaan yang bisa melakukan kerja sama dengan para calon mitra.

"Jadi satu perusahaan yang bisa melakukan penandatanganan kerja sama joint venture (jv) dengan para calon mitra," jelasnya dalam forum 'BUMN Media Talk, EV Battery: Masa Depan Ekonomi Indonesia' secara daring, Selasa (02/02/2021).

Menurutnya, rantai pasok dari industri baterai ini sangat panjang, mulai dari pertambangan, smelter, pembuatan pabrik prekursor, dan lainnya.

"Nah memayungi semua value chain itu Indonesia Battery Corporation (Indonesia Battery Holding) ini. Dimiliki empat perusahaan, MIND ID, Antam, PLN, dan Pertamina. Kita selalu sampaikan kita harus terintegrasi," jelas mantan Dirut Bank BTN ini.

Di sisi hulu ada Antam, MIND ID, dan di sisi hilir ada Pertamina dan PLN. Menurtu dia, holding yang sudah dibentuk ini bisa melakukan kerja sama dengan calon mitra potensial, seperti dari China, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan negara Eropa.

"Memang 3-4 negara-negara ini para pemain global bisa bawa uang, bawa teknologi, dan bawa pasar, sehingga apa yang diproduksi di masing-masing bagian dari value chain produk EV maupun baterai kita kerjasamakan," ungkapnya.

Adapun Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik, Agus Tjahajana Wirakusumah mengungkapkan empat BUMN tersebut mendapatkan persentase kepemilikan saham yang sama.

"Porsi kepemilikan saham masing-masing BUMN pada konsorsium IBC adalah sebesar 25% dengan tujuan untuk menjaga netralitas dan akuntabilitas, mendorong sinergi dan penyelarasan sepanjang ekosistem EV baterai," kata Agus, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (01/02/2021).

2. Target Semester I-2021

Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury menegaskan pembentukan IBC ini ditargetkan bakal terbentuk pada semester I tahun ini.

"Kami harap pembentukan IBH bisa dibentuk di semester satu tahun ini. Sudah ada diskusi empat badan usaha itu, juga sudah ada diskusi awal dengan para calon mitra, timeline semester I tahun ini," ungkapnya dalam forum 'BUMN Media Talk, EV Battery.

3. RI Targetkan Jadi Pemain Baterai EV 2025

Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan Indonesia punya ambisi besar holding baterainya bisa menjadi pemain global. Menurutnya BUMN memiliki ambisi besar untuk mengembangkan ekosistem baterai EV pada 2025.

Dia menyebut, Indonesia dianugerahi material yang bisa menjadi bahan baku pembuatan baterai mobil listrik. Produksi nikel sulfat menurutnya sebesar 50 ribu-100 ribu ton per tahun yang bisa digunakan di dalam negeri dan ekspor.

"Menjadi produsen prekursor dan katoda global dengan output tahunan 120 ribu-240 ribu ton untuk diekspor dan digunakan secara lokal," paparnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Senin (01/02/2021).

NEXT: Mitra Asing dan Nilai Investasi

Target, Investasi, dan Mitra Bisnis
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading