Kapal Raksasa Terjepit di Terusan Suez, Emiten Ini Pemiliknya

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
25 March 2021 15:25
In this photo released by the Suez Canal Authority, a boat navigates in front of a massive cargo ship, named the Ever Green, rear, sits grounded Wednesday, March 24, 2021, after it turned sideways in Egypt’s Suez Canal, blocking traffic in a crucial East-West waterway for global shipping. An Egyptian official warned Wednesday it could take at least two days to clear the ship. (Suez Canal Authority via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengejutkan menghampiri pasar komoditas global. Harga minyak mentah dunia tiba-tiba ambles pada perdagangan pagi, Kamis (25/3/2021). Harga si emas hitam kembali melorot setelah melesat signifikan pada perdagangan sebelumnya.

Padahal harga minyak sempat melesat lebih dari 6% sehari lalu, setelah sebelumnya anjlok dan hampir turun ke bawah US$ 60/barel.

Pemicunya adalah kapal peti kemas 'raksasa' yang kandas di Terusan Suez, Mesir. Kecelakaan tersebut menyebabkan blokade jalur perdagangan internasional oleh kapal pengangkut barang tersebut.


Kapal kargo raksasa dengan panjang 3 kali tugu Monumen Nasional (Monas) ini terbaring di sepanjang terusan Suez, menutup salah satu rute perdagangan paling sibuk di dunia.

Setiap harinya, sekitar 30% dari volume pengiriman peti kemas dunia melewati Terusan Suez sepanjang 193 km, dan sekitar 12% dari total perdagangan global.

Terusan Suez berada di sebelah barat Semenanjung Sinai, dan menjadi terusan kapal sepanjang 163 km yang terletak di Mesir. Terusan yang dibangun pada 1869 ini menghubungkan Pelabuhan Said di Laut Tengah dengan Suez di Laut Merah.

Kapal dengan lebar 59 meter dan panjang 400 meter ini berlayar menggunakan bendera Panama dan memiliki berat 224.000 ton. Kapal ini terdampar dalam penjalanannya menuju pelabuhan Rotterdam di Belanda, sebagaimana dilaporkan sejumlah media global termasuk AP, BBC dan Reuters.

In this photo released by the Suez Canal Authority, a boat navigates in front of a massive cargo ship, named the Ever Green, rear, sits grounded Wednesday, March 24, 2021, after it turned sideways in Egypt’s Suez Canal, blocking traffic in a crucial East-West waterway for global shipping. An Egyptian official warned Wednesday it could take at least two days to clear the ship. (Suez Canal Authority via AP)Foto: AP/
In this photo released by the Suez Canal Authority, a boat navigates in front of a massive cargo ship, named the Ever Green, rear, sits grounded Wednesday, March 24, 2021, after it turned sideways in Egypt’s Suez Canal, blocking traffic in a crucial East-West waterway for global shipping. An Egyptian official warned Wednesday it could take at least two days to clear the ship. (Suez Canal Authority via AP)

Kapal tanker tersebut bernama Ever Given, dirakit tahun 2018 dan dioperasikan dan disewakan oleh perusahaan transportasi asal Taiwan, Evergreen Marine Corp.

Ever Given adalah salah satu dari 20 kapal kontainer, armada milik Evergreen dan diberi nama dalam format "Ever" ditambah kata belakang yakni berawan G yang mengikuti format nama perusahaan induk. Selain Ever Given ada juga Ever Gentle, Ever Gleamy dan Ever Genius.

Situs resminya mencatat, Evergreen Marine didirikan tahun 1968 dan berkantor pusat di Distrik Luzhu, Kota Taoyuan, Taiwan.

Perusahaan tersebut memiliki rute perdagangan hampir ke seluruh belahan dunia, dari Amerika Utara, Eropa, Amerika Selatan, Australia, Afrika Selatan, Timur Tengah dan antar pelabuhan Asia lainnya.

Dengan 315 lokasi layanan, Evergreen Marine berhenti di 114 negara yang masuk dalam jaringan pengiriman mereka.

Saat ini Evergreen Marine Corp (EMC) memiliki lebih dari 160 pasukan kapal peti kemas, baik dari segi ukuran kapal ataupun kapasitas angkutan, EMC berada di antara perusahaan pelayaran internasional terkemuka di dunia.

Evergreen Marine Corp Taiwan Ltd juga menjadi perusahaan terbuka atau emiten yang melantai di bursa saham Taiwan (TPE, Taipei Exchange) dengan kode perdagangan 2603. Nilai total kapitalisasi pasar sebesar TWD 218 miliar atau setara Rp 110 triliun (kurs Rp 506/dolar Taiwan). Di bursa Taipei, EMC dibuka di zona merah dan harga sahamnya turun 4,23% selama perdagangan hari ini, Kamis (25/3).

Terkait dengan penyelamatan kapal yang 'terjepit' ini, upaya terus dilakukan. Dikutip dari Reuters, surutnya air laut sepanjang tadi malam memperlambat upaya tim penyelamat untuk mengeluarkan kapal.

Perangkat lunak pelacakan kapal menunjukkan bahwa Ever Given bergerak sedikit dari posisi awal selama 24 jam terakhir, meskipun beberapa kapal telah ditempatkan untuk menyeretnya ke perairan yang lebih dalam.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading