Internasional

Cerita Lengkap Kapal Raksasa Terjepit di Terusan Suez

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 March 2021 09:28
In this photo released by the Suez Canal Authority, a boat navigates in front of a massive cargo ship, named the Ever Green, rear, sits grounded Wednesday, March 24, 2021, after it turned sideways in Egypt’s Suez Canal, blocking traffic in a crucial East-West waterway for global shipping. An Egyptian official warned Wednesday it could take at least two days to clear the ship. (Suez Canal Authority via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Terusan Suez yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Tengah diĀ Mesir dilaporkan macet luar biasa Rabu (24/3/2021). Ini terjadi setelah sebuah kapal berbendera Panama tiba-tiba berbelok tak sesuai arah dan menutup jalur pelayaran itu.

Dikutip Al Jazeera dari sebuah postingan di twitter, kapal tersebut bernama Ever Given, yang disewa perusahaan pelayaran Taiwan Evergreen Marine. Akibatnya lalu lintas pelayaran lumpuh dan membuat antrian hingga 100 kapal di belakangnya.


"Update: Ever Given masih kandas di sisi Terusan Suez. Semua kapal tunda yang tersedia di zona kanal membantu," cuit akun Twitter @OSINTtechnical dengan menyertakan foto kapal sepanjang 400 meter itu yang sedang ditarik oleh beberapa kapal tunda, dikutip Kamis (25/3/2021).

Evergreen Marine mengatakan kapal kemungkinan terkena angin kencang yang tiba-tiba. Ini menyebabkan lambung kapal menyimpang dari jalur air dan secara tidak sengaja menabrak dasar dan kandas.

"Perusahaan telah mendesak pemilik kapal untuk melaporkan penyebab kecelakaan dan untuk menyusun rencana dengan unit terkait seperti administrasi kanal untuk membantu kapal keluar dari masalah secepat mungkin," kata Evergreen dalam sebuah pernyataan.

Ever Given diketahui sedang dalam pelayaran dari China menuju Rotterdam, Belanda. Kapal raksasa itu diketahui mampu membawa 20 ribu peti kemas 20 kaki dalam lambungnya.

Sementara itu Associated Press (AP) menyebut listrik kapal Ever Given juga padam. Namun tidak ada korban dalam kejadian ini.

"Semua kru aman dan dipertanggungjawabkan," kata yang mengelola kapal Bernhard Schulte Shipmanagement.

"Tidak ada laporan cedera dan polusi."

This satellite image from Planet Labs Inc. shows the cargo ship MV Ever Given stuck in the Suez Canal near Suez, Egypt, Tuesday, March 23, 2021. A cargo container ship that's among the largest in the world has turned sideways and blocked all traffic in Egypt's Suez Canal, officials said Wednesday, March 24, 2021, threatening to disrupt a global shipping system already strained by the coronavirus pandemic. (Planet Labs Inc. via AP)Foto: AP/Planet Labs Inc.
This satellite image from Planet Labs Inc. shows the cargo ship MV Ever Given stuck in the Suez Canal near Suez, Egypt, Tuesday, March 23, 2021. A cargo container ship that's among the largest in the world has turned sideways and blocked all traffic in Egypt's Suez Canal, officials said Wednesday, March 24, 2021, threatening to disrupt a global shipping system already strained by the coronavirus pandemic. (Planet Labs Inc. via AP)

Pejabat Mesir menyebut tindakan bisa memakan waktu dua hari. Kapal kandas sekitar 6 kilometer (3,7 mil) di utara mulut selatan kanal dekat kota Suez, area yang merupakan jalur tunggal.

Berusia lebih dari 150 tahun, Terusan Suez adalah salah satu rute perdagangan terpenting di dunia, di mana sekitar 10% dari semua perdagangan maritim internasional melewatinya. Menurut Otoritas Terusan Suez (SCA), ada hampir 19.000 kapal atau rata-rata 51,5 kapal dengan tonase bersih 1,17 miliar ton selama 2020.

Logistik Global Terganggu

Melihat vitalnya jalur pelayaran ini, diprediksi bahwa jalur logistik global antara Asia dengan Eropa bisa terganggu. Apalagi pemerintah Mesir menyebut, butuh setidaknya dua hari untuk evakuasi.

"Setiap hari, rata-rata 50 kapal melewati kanal itu, jadi penutupan kanal berarti tidak ada kapal yang transit ke utara dan selatan," kata Salvatore R. Mercogliano, mantan pelaut pedagang dan profesor sejarah di Universitas Campbell Carolina Utara.

"Setiap hari kanal ditutup ... kapal kontainer dan kapal tanker tidak mengirimkan makanan, bahan bakar, dan barang-barang manufaktur ke Eropa dan barang-barang tidak diekspor dari Eropa ke Timur Jauh."

Insiden menandai hal baru yang mempengaruhi pelaut di tengah pandemi. Ratusan ribu orang telah terjebak di atas kapal selama pandemi.

Sementara itu, permintaan pengiriman juga meningkat selama corona mewabah. Ini menambah tekanan pada pelaut yang kelelahan.

"Itu karena kecepatan pengiriman global yang sangat tinggi saat ini dan pengiriman berada pada jadwal yang sangat ketat," katanya.

"Ditambah lagi bahwa pelaut belum bisa naik dan turun kapal karena pembatasan Covid."


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading