Singapura Segera Lepas dari Resesi, Dolarnya Menguat Lagi

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 March 2021 14:15
FILE PHOTO: A Singapore dollar note is seen in this illustration photo May 31, 2017.     REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Singapura menguat lagi melawan rupiah pada perdagangan Kamis (25/3/2021). Sentimen pelaku pasar yang masih belum bagus membuat rupiah tertekan. Di sisi lain, dolar Singapura yang segera lepas dari resesi membuat dolarnya perkasa. 

Pada pukul 13:28 WIB, SG$ 1 setara Rp 10.726,75/SG$, dolar Singapura menguat 0,16% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Belum bagusnya sentimen pelaku pasar terlihat dari indeks saham yang belum mampu menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi I merosot nyaris 1%, dengan investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 190 miliar.


Tidak hanya di pasar saham, capital outflow yang besar juga terjadi di pasar obligasi dalam beberapa pekan terakhir yang membuat rupiah sulit menguat.

Data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pada periode 1 sampai 22 Maret kepemilikan asing di obligasi Indonesia sebesar Rp 952,8 triliun, turun sekitar Rp 18,6 triliun dibandingkan posisi akhir Februari lalu.

Di sisi lain, dolar Singapura sedang diuntungkan dengan rilis data ekonomi yang menunjukkan potensi lepas dari reses.

Data dari pemerintah Singapura yang dirilis Selasa lalu menunjukkan inflasi di bulan Februari tumbuh 0,7% year-on-year (YoY), melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya.

Kenaikan harga-harga di bulan Februari tersebut merupakan yang tertinggi sejak Januari 2020, sebelum virus corona menyerang dunia, dan membuat perekonomian global mengalami resesi. Selain itu, inflasi tersebut juga lebih tinggi dari konsensus pasar sebesar 0,6%.

Sementara itu inflasi inti juga tumbuh 0,2% YoY, lebih tinggi dari konsensus pasar sebesar 0,1%. Ini merupakan kali pertama inflasi inti tumbuh, setelah menurun dalam 10 bulan beruntun.

Inflasi inti Singapura tidak memasukkan harga mobil dan akomodasi dalam perhitungan, sebab pergerakan harganya sering terpengaruh oleh kebijakan pemerintah.

Pada pekan lalu, data dari Pemerintah Singapura menunjukkan ekspor non-minyak naik 8,2% month-to-month (MtM), dan sudah naik dalam empat bulan beruntun.

Sementara jika dibandingkan dengan Februari 2020, ekspor non-minyak naik 4,2%, dan sudah naik dalam 3 bulan beruntun.

Singapura merupakan negara yang mengandalkan ekspor guna memutar roda perekonomiannya. Pada 2019, rasio ekspor terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura adalah 104,91%. Singapura menjadi negara dengan rasio ekspor terhadap PDB terbesar di dunia. Artinya, ketika ekspornya mulai pulih, maka pertumbuhan ekonomi juga akan bangkit.

Dengan kenaikan ekspor di awal tahun ini, perekonomian Singapura diprediksi tumbuh secara YoY di kuartal I-2021. Artinya, Singapura akan lepas dari resesi.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Naik 0,6%, Kurs Dolar Singapura Makin Menarik Hati Investor


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading