Perampingan Grup, PTBA Likuidasi Cucu Usaha di Singapura

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 March 2021 11:13
PT Bukit Asam/PTBA. doc PTBA

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten BUMN tambang batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menutup dan melikuidasi cucu usahanya di Singapura, Anthrakas Pte Ltd.

Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Finoriska Citraning, mengatakan persetujuan untuk melikuidasi Anthrakas diberikan PTBA pada 22 Maret 2021.

"Tujuan penutupan penutupan dilakukan sehubungan dengan rencana restrukturisasi/perampingan grup perseroan dalam rangka bertransformasi menjadi perusahaan yang agile [lebih lincah]," katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/3/2021).


Anthrakas yang merupakan entitas anak dari PT Bukit Asam Prima (BAP) dengan persentase kepemilikan pada Anthrakas sebesar 100%. Sementara BAP dimiliki Bukit Asam dengan kepemilikan sebesar 99,99%.

Anthrakas merupakan entitas anak perseroan dengan kepemilikan tidak langsung melalui BAP yang merupakan badan hukum yang berkedudukan dan di bawah Hukum Negara Singapura. Anthrakas beroperasi secara komersial pada 2014.

Kegiatan usaha Anthrakas bergerak dalam bidang perdagangan batu bara dan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2014, namun di tahun 2020 dan 2021 tidak ada aktivitas usaha yang dilakukan oleh Anthrakas.

Pada 22 Maret 2021, perseroan melalui entitas anak BAP telah menyetujui penutupan Anthrakas sebagaimana dimuat dalam Minutes of Extraordinary General Meeting Anthrakas (Minutes of EGM).

Berdasarkan Minutes of EGM tersebut, juga telah dilakukan penunjukan likuidator yaitu Joshua James Taylor dan Chew Ee Ling yang keduanya berasal dari Kantor Alvarez & Marsal (SE Asia) Pte.Ltd yang beralamat di Six Battery Road, #16-01/02, Singapura 049909.

"Dengan dilakukannya penutupan tersebut tidak memiliki dampak terhadap perseroan mengingat belum adanya kontribusi terhadap keuangan perseroan secara konsolidasian," katanya.

Dia menjelaskan, investasi perseroan melalui PT BAP dengan penyetoran modal pada Anthrakas sebesar US$ 2,1 Juta. Maka dengan memperhatikan ekuitas perseroan per 31 Desember 2020 aAudited) yang tercatat sebesar Rp 16,94 triliun, penutupan Anthrakas tidak termasuk transaksi material, sebagaimana dimaksud pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

Total aset Anthrakas per 31 Desember 2020 (audited) tercatat sebesar Rp 29,06 miliar.

"Oleh karena itu setelah penutupan, kami akan menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap Goodwill) dan liabilitas pada nilai tercatatnya. Jumlah yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain juga direklasifikasi ke Laporan Laba Rugi atau dialihkan secara langsung ke Saldo Laba dan sisa investasi terdahulu diakui sebesar nilai wajarnya."

Dia mengatakan, setiap perbedaan antara nilai tercatat sisa investasi pada tanggal hilangnya pengendalian dan nilai wajarnya diakui dalam laporan laba rugi.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading