Buruan Cek Rekening, Subsidi KPR Sudah Cair!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 March 2021 18:05
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Jakarta, CNBC Indonesia - Subsidi pemerintah untuk untuk nasabah perbankan yang memiliki kredit pemilikan rumah (KPR) tampaknya mulai cair bulan ini. Subsidi ini diberikan langsung ke rekening nasabah sesuai dengan nilai yang disubsidi oleh pemerintah.

Salah satu nasabah KPR PT Bank Tabungan Negara (BBTN) Ismi Damayanti mengatakan baru mendapatkan pemberitahuan melalui surat elektronik bahwa dia merupakan salah satu penerima subsidi. Subsidi yang diterimanya bulan ini sebesar Rp 3,42 juta.

"Cicilan KPR bulan ini memang didebet sekitar Rp 600 ribu di bulan ini dari total cicilan sekitar Rp 4 juta. Namun tidak ada pemberitahuan dari bank sebelumnya," kata Ismi kepada CNBC Indonesia, Rabu (24/3/2021).


Setelah mendapatkan surat elektronik hari ini, dia segera melakukan pengecekan melalui www.jendelaumkm.id (situs kelolaan sembilan institusi negara termasuk Kementerian Keuangan, OJK, Kominfo dan lainnya) terkait dengan subsidi yang diterimanya.

Dari website tersebut dia diketahui Ismi memperoleh subsidi bunga/margin selama 5 bulan untuk periode Mei-Agustus 2020 dengan besaran bervariasi Rp 900 ribu-Rp 1,93 juta.

Dengan demikian, total yang seharusnya diterima mencapai Rp 7,64 juta, namun pada tahap pertama ini baru diterima Rp 3,42 juta.

Dia mengatakan, dalam keterangan website yang diterimanya terdapat dua kategori nasabah KPR yang mendapatkan subsidi bunga/margin, yakni untuk debitur dengan akad pinjaman kumulatif sampai dengan Rp 500 juta dan debitur dengan akad pinjaman kumulatif Rp 500 juta-Rp 10 miliar.

Ismi mengakui sangat terbantu dengan adanya subsidi ini, terutama di masa pandemi yang telah berlangsung selama satu tahun terakhir. Sehingga dia dapat mengalihkan penggunaan dananya ini untuk kebutuhan produktif lainnya.

Subsidi bunga KPR ini diberikan pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138/PMK.05/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/ Subsidi Margin Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sebelumnya, disampaikan oleh Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, dana PEN yang dimaksud berupa subsidi bunga yang dibayarkan oleh pemerintah selama tiga hingga enam bulan. Subsidi ini diberikan kepada nasabah KPR hingga rumah tipe 70.

"Memang dulu ada program pemulihan ekonomi nasional. Kalau ingat ada PMK yang pembayaran bunga KPR nya sampai tipe 70," kata Nixon dalam konferensi pers, Rabu (10/3/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading