Sad! Laba Raksasa Rokok RI HM Sampoerna Ambles Nyaris 38%

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
24 March 2021 07:58
A woman buys packs of Sampoerna-A mild cigarette at a shop in Jakarta, Indonesia, March 6, 2018. REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten rokok dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), membukukan penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 8,58 triliun.

Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 37,95% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 13,72 triliun. Penurunan laba bersih menyebabkan laba per saham dasar perseroan turun menjadi Rp 74 per saham dari sebelumnya Rp 118 per saham.

Penyebab penurunan laba bersih tersebut adalah menurunnya penjualan bersih HMSP sebesar 13,2% menjadi Rp 92,42 triliun dari sebelumnya Rp 106,55 triliun.


Rinciannya, pendapatan tersebut dikontribusi dari penjualan sigaret kretek mesin Rp 61,23 triliun yang lebih rendah dari sebelumnya Rp 74,39 triliun. Sigaret kretek tangan sebesar Rp 21,45 triliun, justru naik dari tahun lalu Rp 19,69 triliun. Sigaret putih mesin memberi andil Rp 8,92 triliun dan sigaret putih tangan Rp 16,95 miliar.

Sedangkan, dari pasar ekspor memberikan andil terhadap penjualan bersih sebesar Rp 218,58 triliun dari sebelumnya Rp 408,18 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, beban pokok pendapatan berhasil turun sebesar 7,8% menjadi Rp 73,65 triliun dari tahun 2019 sebesar Rp 79,93 triliun. Dengan demikian, laba kotor perseroan juga mengalami penurunan sebesar 28,14% menjadi Rp 18,77 triliun dari sebelumnya Rp 26,12 triliun.

Sampai dengan periode 31 Desember 2020, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 49,67 triliun dari posisi akhir Desember 20219 lalu sebesar Rp 50,90 triliun.

Nilai ini terdiri dari ekuitas sebesar Rp 30,24 triliun dan liabilitas senilai Rp 19,43 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading