Saham KFC & Pizza Hut Cs Mulai Sumringah, Tanda-tanda Pulih?

Market - chd, CNBC Indonesia
22 March 2021 14:14
Karyawan PHD berjualam pizza di pinggir jalan di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatam, Jumat (18/9/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto))

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten restoran mulai bangkit kembali, setelah kasus aktif virus corona (Covid-19) di Indonesia yang mulai menurun semenjak diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dilakukan pada Januari hingga awal Februari 2021 lalu. Sehingga pemberlakuan PPKM kemudian diperlonggar sedikit menjadi PPKM mikro.

PPKM mikro yang mulai diterapkan pada Februari hingga Maret kemudian diperpanjang hingga 5 April 2021 mendatang dilakukan karena kasus aktif Covid-19 yang kian turun.

Dikala PPKM skala mikro kembali diperpanjang, namun saham restoran cenderung mengikuti saham ritel, di mana pergerakannya mulai membaik dan menghijau dalam sebulan terakhir, walaupun pada penutupan perdagangan sesi I saham restoran masih belum bergairah dan ditutup flat.


Berdasarkan data RTI, jika dilihat dari pergerakan sahamnya sebulan terakhir, saham restoran Pizza Hut, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) menjadi yang pertama menguat diatas 5%. Saham PZZA melesat 5,26% sebulan terakhir. Pada perdagangan sesi I hari ini, saham PZZA ditutup flat di level Rp 800/unit.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi saham PZZA pada sesi I mencapai Rp 9 juta dan dalam sebulan terakhir mencapai Rp 5,3 miliar. Tercatat dalam sebulan, investor asing membeli saham PZZA di pasar reguler sebanyak Rp 1,5 miliar.

Berikutnya di posisi kedua diduduki oleh saham restoran KFC, PT Fast Food Tbk (FAST) yang sudah melesat 1,46% selama sebulan terakhir. Adapun saham FAST pada sesi I hari ini juga ditutup stagnan di level Rp 1.040/unit.

Nilai transaksi saham FAST pada sesi I mencapai Rp 312 ribu dan dalam sebulan terakhir mencapai Rp 383 juta. Tercatat dalam sebulan, investor asing membeli saham FAST di pasar reguler sebanyak Rp 140 juta.

Namun, untuk saham PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) masih melemah selama sebulan terakhir, yakni melemah 4,38%. Seperti saham PZZA dan FAST, saham DUCK juga ditutup flat di level Rp 262/unit pada perdagangan sesi I hari ini.

Adapun nilai transaksi saham DUCK pada perdagangan sesi I mencapai Rp 1 miliar dan dalam sebulan terakhir mencapai Rp 77 miliar. Tercatat asing mulai membeli saham DUCK di pasar reguler sebesar Rp 49,3 juta. Namun dalam sebulan terakhir, asing tercatat masih menjual saham DUCK sebanyak Rp 5,16 miliar di pasar reguler.

Sebelumnya, pemerintah resmi memperpanjang kebijakan PPKM Mikro hingga 5 April 2021. Pemerintah juga menambah lima daerah baru yang menjadi cakupan wilayah PPKM Mikro yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan penambahan lima provinsi tersebut diputuskan berdasarkan analisis parameter Covid-19. Mulai dari persentase kasus aktif, persentase kesembuhan, persentase kematian, tingkat Bed Occupancy Ratio atau BOR.

Namun, perpanjangan PPKM mikro sepertinya hanya berpengaruh sedikit ke saham restoran. Hal ini karena pemerintah memberi kelonggaran terhadap sejumlah aktivitas, misalnya jam operasional restoran yang kembali hingga sampai pukul 21:00 dan pembatasan pengunjung yang makan di restoran (dine in) sebesar 50%.

Pelonggaran PPKM mikro walaupun masih diperpanjang karena kasus aktif Covid-19 mulai membaik. Berdasarkan dari data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Indonesia yang dirangkum dan dianalisis oleh CNBC INDONESIA, perkembangan tren kasus Covid - 19 secara nasional mulai membaik.

Per 21 Maret, kasus positif virus Covid-19 bertambah sebesar 4.396 kasus atau turun dari sehari sebelumnya yang bertambah 6.656 kasus.

Sedangkan untuk kasus sembuh bertambah sebesar 6.007 kasus, atau lebih baik dari sehari sebelumnya yang bertambah 5.760 kasus. Adapun penambahan kasus kematian juga menjadi 103 kasus, turun dari sehari sebelumnya yang bertambah sebesar 108 kasus.

Infografis/Update corona 21 maret 2021Foto: Infografis/Update corona 21 maret 2021
Infografis/Update corona 21 maret 2021

Airlangga juga mengatakan perkembangan tren kasus Covid - 19 secara nasional mulai membaik. Per 18 Maret tingkat kasus aktif di Indonesia 9,12%, lebih baik dari rata-rata dunia di 17,23%.

Tingkat kesembuhan 88,16% lebih baik dibanding global 89,56%. Tingkat kematian 2,71%, sedikit lebih tinggi dari rata-rata global 2,21%.

Ketersediaan tempat tidur isolasi dan intensive care unit atau BOR rumah sakit rujukan per 17 Maret juga menurun. Di seluruh rumah sakit rujukan provinsi yang menerapkan PPKM Mikro, memiliki tingkat okupansi rata-rata 70%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading