Walah! Surya Esa Milik TP Rachmat Catat Rugi Rp 268 M di 2020

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 March 2021 10:10
Peter F Gontha memberi piagam kepada Theodore Permadi Rachmat atau yang lebih dikenal dengan TP Rachmat saat meraih pemenang CNBC Indonesia Awards Lifetime Achievement. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten kilang bahan bakar gas cair (LNG) domestik yang dimiliki konglomerat TP Rachmat, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) tercatat membukukan kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 19,12 juta atau setara Rp 267,68 miliar dengan asumsi kurs Rp 14.000 per US$.

Capaian ini berkebalikan dengan tahun sebelumnya dengan perolehan laba bersih US$ 2,64 juta atau setara Rp 36,96 miliar.

Tergerusnya laba bersih ini menyebabkan rugi per saham dasar emiten bersandi ESSA ini menjadi sebesar US$ 1,31 dari sebelumnya laba US$ 0,18 per saham.


Penurunan laba bersih perseroan terimbas dari anjloknya penjualan sepanjang tahun 2020 sebesar 20,81% menjadi US$ 175,51 juta dari sebelumnya US$ 221,91 juta.

Mengacu laporan keuangan ESSA yang telah diaudit, pendapatan tersebut rinciannya terdiri dari penjualan amonia sebesar US$ 147,50 juta, lebih rendah dari tahun lalu US$ 185,51 juta. Penjualan elpiji memberi kontribusi sebesar US$ 24,53 juta dengan jasa pengolahan sebesar 3,48 juta.

Di tengah penurunan pendapatan tersebut, perseroan menekan beban pokok pendapatan menjadi sebesar US$ 166,13 juta, turun 8,7% dari tahun sebelumnya US$ 182,83 juta.

Sampai dengan periode 31 Desember 2020, total aset perseroan tercatat sebesar US$ 792,05 juta, lebih rendah 11,5% dari tahun sebelumnya US$ 895,31 juta. Nilai tersebut terdiri dari ekuitas sebesar US$ 311,78 juta dan liabilitas sebesar US$ 480,27 juta.

Seperti diketahui, baru-baru ini, perseroan menandatangani nota kesepahaman dengan partner bisnisnya untuk investasi penangkapan, pemanfaatan dan penyimpanan karbon untuk produksi blue ammonia di Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO Surya Esa Perkasa Vinod Laroya mengatakan penandatanganan ini dilakukan dengan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC), Mitsubishi Corporation (MC) and Institut Teknologi Bandung (ITB). Nantinya perusahaan berencana untuk menggunakan teknologi CCUS ini untuk merealisasikan blue ammonia (amonia rendah karbon) di Pabrik Amoniak Banggai di Banggai, Sulawesi Tengah.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading