InvesTime

ANTM-INCO-TINS Jadi Trio Macan di 2021, Berapa Target Harga?

Market - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
19 March 2021 11:40
Foto: Dok ANTAM

Jakarta, CNBC Indonesia - Menggeliatnya saham-saham pertambangan mineral terlihat dari performa tiga emiten yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Timah Tbk (TINS) di pasar modal.

Walaupun sempat mengalami koreksi cukup dalam, tapi emiten dengan sebutan 'trio macan' ini diramal masih akan bersinar di tahun ini.

"Kita melihat di tahun 2021 ini performa ketiga emiten ini, ANTM-INCO TINS atau yang disebut trio macan ini di tahun 2021 masih ada potensi untuk bersinar. Walaupun mengalami koreksi cukup dalam ketika kita bandingkan dengan pertengahan bulan Januari lalu," kata CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya dalam InvesTime CNBC Indonesia, Kamis (18/3/2021).


Dia mengatakan saham ketiganya cukup signifikan karena terkait euforia investor ritel yang melakukan pembelian saham nikel dan timah. Ini terjadi walau saham lain seperti farmasi mengalami margin call, pasar tetap tertarik dengan dua sektor tadi.

Harga nikel sendiri akan kembali normal dalam US$ 18 per tonnya. Dia juga menuturkan percaya pada harga nikel serta timah, salah satunya kebutuhan akan mobil listrik saat ini di sejumlah negara luar Indonesia.

Ini terjadi walau bos Tesla, Elon Musk pernah mengungkapkan akan mengganti bahan baku kendaraan listriknya menjadi Iron dari nikel sebagai baterai. Namun menurutnya mengubah infrastruktur bukanlah sesuatu yang mudah.

Ke depannya kebutuhan akan nikel juga masih ada pada perusahaan penghasil kendaraan listrik misalnya Hyundai, Nio dan Toyota.

"Tidak hanya di Indonesia, tapi Amerika-China dan negara lainnya telah menggembar-gemborkan mengenai ramah lingkungan. Sehingga tidak mungkin mereka cepat mengalihkan bahan baku dari Iron atau besi baja lainnya," ungkapnya.

Selain itu juga Timah akan mengalami kenaikan. Sebab di kendaraan listrik menjadi bahan baku penting juga untuk alat mengisi daya kendaraan.

Dengan pandemi yang mungkin dilewati pada taun 2021, apalagi adanya vaksin serta orang mulai banyak keluar dan menunjang masyarakat melakukan pembelian terhadap mobil termasuk mobil listrik.

Belum lagi fakta pada kuartal IV 2020, performa emiten nikel lebih baik dibandingkan tahun 2019. Padahal tahun lalu dihantam pandemi Covid-19.

"Tidak heran di tahun 2021 performa trio macan ini lebih baik dan ini saja akan mampu menunjang dari ketiga saham itu. Sehingga kita mampu menargetkan ANTM di harga Rp 3.900, INCO Rp 7.250 dan TINS Rp 2.350," jelasnya.

Data BEI mencatat, saham ANTM pada perdagangan pukul 11.10 WIB, Jumat ini (19/3), minus 2,18% di level Rp 2.240/saham dan year to date naik 16,28%.

Saham TINS turun 1,62% di level Rp 1.820/saham dengan kenaikan year to date 22,22% dan saham INCO juga minus 2,18% di Rp 4.490/saham dengan penurunan year to date 11,96%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading