Laba ANTM 2020 Melesat 493% Jadi Rp 1,1 T, Jualan Emas Drop!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
15 March 2021 08:55
Tambang emas bawah tanah Pongkor, Jawa Barat, milik Antam (Doc.Antam)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten BUMN penambang mineral, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja yang positif di tahun lalu. Pasalnya laba bersih perusahaan selama 2020 meroket hingga 492,90% secara tahunan (year on year (YoY).

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan, tercatat laba bersih ANTM tahun lalu mencapai Rp 1,14 triliun. Dibanding dengan laba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 193,85 miliar.

Nilai laba bersih per saham ikut naik tajam ke angka Rp 47,83/saham dari sebelumnya di akhir 2019 yang senilai Rp 8,07/saham.


Padahal kinerja pendapatan mengalami penurunan 16,33% YoY menjadi senilai Rp 27,37 triliun dari posisi 31 Desember 2019 yang senilai Rp 32,71 triliun.

Kendati pendapatan turun, namun perusahaan berhasil menurunkan angka beban pokok penjualan menjadi Rp 22,89 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 28,27 triliun.

Beban umum dan administrasi juga berhasil didorong turun menjadi Rp 1,91 triliun dari sebelumnya Ro 2,07 triliun.

Pengurangan beban paling besar juga terjadi pada beban penjualan dan pemasaran yang berhasil turun menjadi Rp 533,09 miliar dari sebelumnya Rp 1,44 triliun.

Penambang emas dan nikel ini pada 31 Desember 2020 juga tercatat berhasil mengantongi keuntungan dari entitas asosiasi senilai Rp 128,50 miliar. Sedangkan di periode sebelumnya masih merugi Rp 88,09 miliar.

Kerugian kurs sepanjang tahun lalu juga berkurang menjadi Rp 134,40 miliar dari Rp 235,71 miliar.

Namun demikian, terjadi sedikit pengurangan pada pendapatan keuangan perusahaan menjadi Rp 110,37 miliar dari Rp 120,44 miliar.

Beban keuangan perusahaan juga naik dari posisi Rp 233,36 di akhir 2019 menjadi Rp 565,45 miliar di akhir tahun lalu.

Per 31 Desember 2020 aset Antam tercatat naik menjadi Rp 31,72 triliun dibanding dengan Rp 30,19 triliun di akhir periode 2019. Aset lancar mencapai Rp 9,15 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 22,57 triliun.

Dari pos liabilitas, tercatat kewajiban keseluruhan mencapai Rp 12,69 triliun, tak jauh berbeda dari posisi akhir 2019 yang senilai Rp 12,06 triliun. Liabilitas jangka pendek mencapai Rp 7,55 triliun dan jangka panjang senilai Rp 5,13 triliun.

Nilai ekuitas ditutup di angka Rp 19,03 triliun di akhir tahun lalu, bertambah dari Rp 18,13 triliun di akhir 2019.

Target 2021

Dalam keterangan resminya, ANTM menargetkan produksi emas sepanjang 2021 sebanyak 1,37 ton emas dari tambang Pongkor (Bogor, Jawa Barat) dan Cibaliung (Banten) dan target penjualan sebanyak 18 ton emas.

Sebagai perbandingan, tahun lalu secara akumulatif, capaian kinerja unaudited produksi dan penjualan emas Antam sepanjang 2020 masing-masing sebesar 1.672 kg atau 1,67 ton (53.756 t oz) dan 21.797 kg atau 21,79 ton (700.789 t oz).

Artinya target tahun ini target produksi turun 17,9% dan target penjualan turun 17,39%.

Penjualan emas 2020 ini turun sebesar 36% dari tahun sebelumnya yakni sebesar 34.023 kg. Sedangkan, dari sisi produksi juga terkoreksi 17% dari tahun sebelumnya yakni 1,963 kg dari tambang yang sama.

Sedangkan untuk produksi dan penjualan feronikel tahun ini ditargetkan sebanyak 26 ribu ton nikel dalam feronikel (TNi). Target ini tak jauh berbeda dari capaian produksi dan penjualan di tahun lalu yang masing-masing 25.970 TNi dan 26.163 TNi.

"Target produksi tersebut sejalan dengan optimalisasi produksi pabrik feronikel Pomalaa di Sulawesi Tenggara," tulis keterangan perusahaan.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading