Wuidih! Grab Mau IPO di Wall Street, Valuasi Tembus Rp 560 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
12 March 2021 08:11
Peresmian Grab Tech Center di Jakarta (Dok. Grab)

Jakarta, CNBC Indonesia - Grab Holdings Inc sedang dalam pembicaraan untuk go public atau mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC, Special Purpose Acquisition Company) di bursa Wall Street AS.

Langkah ini akan menjadikan perusahaan raksasa ride-hailing ini memiliki valuasi hampir US$ 40 miliar atau setara dengan Rp 560 triliun (kurs Rp 14.000/US$). Sumber Reuters yang mengetahui informasi ini menyatakan kesepakatan ini juga akan menjadikannya 'deal' dengan perusahaan cek kosong (SPAC) terbesar yang pernah ada.

The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan sebelumnya bahwa Grab yang didukung SoftBank sedang dalam pembicaraan dengan Altimeter Capital Management LP dalam proses go public ini.


Grab diperkirakan akan mengumpulkan antara US$ 3 miliar dan US$ 4 miliar atau setara dengan Rp 42-56 triliun dari investor swasta, menurut laporan itu.

Reuters pertama kali melaporkan pada Januari, mengutip sumber, bahwa Grab yang berbasis di Singapura sedang menjajaki menjadi perusahaan publik di AS.

Perusahaan modal ventura yang berbasis di Silicon Valley, Altimeter, telah mendukung dua SPAC yakni Altimeter Growth Corp dan Altimeter Growth Corp 2.

Laporan WSJ tidak merinci mana dari dua SPAC yang sedang dalam pembicaraan Grab.

Perusahaan akuisisi bertujuan khusus, atau SPAC, adalah perusahaan cangkang yang mengumpulkan dana melalui penawaran umum perdana untuk membuat perusahaan swasta menjadi perusahaan publik.

Kesepakatan besar SPAC lainnya baru-baru ini terjadi yakni merger UMW Holdings Corp senilai US$ 16 miliar dengan perusahaan cek kosong yang didukung oleh miliarder Alec Gores, dan kesepakatan senilai US$ 24 miliar yang dibuat oleh pembuat kendaraan listrik mewah Lucid Motors dengan SPAC yang didukung Michael Klein.

Altimeter tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters, sementara Grab juga tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar di luar jam kerja reguler.

Di Indonesia, CNBC Indonesia mencoba mengonfirmasi kabar ini kepada Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, tapi hingga saat ini belum ada jawaban.

Sebelumnya sejumlah startup bergelar unicorn seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak digadang-gadang sedang bersiap untuk IPO lewat SPAC.

CEO Mandiri Capital, Eddi Danusaputro mengatakan usia para unicorn sekitar 8 hingga 10 tahun. Sebagai investor, ini waktu yang tepat untuk balik modal dan IPO jadi salah satu caranya.

Menurutnya IPO memang jadi hal lazim yang dikenal untuk para investor bisa exit.

"Kami sebagai kacamata seorang investor kita Invest di awal series A-B, sudah saatnya uang tersebut ingin balik dong. Jadi IPO memang jadi salah satu cara untuk investor bisa exit," kata Eddi dalam program Profit CNBC Indonesia, Selasa (9/3/2021).

Pekan lalu, Bloomberg News juga mengabarkan adanya merger antara Gojek dan Tokopedia yang selangkah lagi terwujud dan tinggal menyelesaikan persyaratan untuk merger.

Bloomberg menulis, kedua perusahaan sedang mendiskusikan berbagai skenario dengan tujuan akhir mencatatkan saham perdana perusahaan gabungan ini atau IPO di bursa saham saham AS dan Indonesia.

Gabungan kedua perusahaan ini akan menciptakan perusahaan raksasa internet Indonesia yang menguasai sektor ride-hailing, pembayaran digital, belanja online dan pengiriman.

Salah satu sumber dalam artikel tersebut membisikkan, setelah merger valuasi perusahaan gabungan ini akan mencapai US$ 35 miliar hingga US$ 40 miliar. Menurut CB Insights saat ini valuasi Gojek mencapai US$ 10 miliar dan Tokopedia US$ 7 miliar.

Terkait dengan informasi mengenai CSPA antara Gojek dan Tokopedia, VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengatakan pihaknya tidak bisa menanggapi spekulasi yang ada di pasar.

"Berkaitan dengan pertanyaan tersebut, mohon maaf. Kami tidak dapat menanggapi spekulasi yang ada di pasar," kata Nuraini ketika dikonfirmasi CNBC Indonesia, Selasa (09/03/2021).

Sementara itu, Nila Marita Chief of Corporate Affairs Gojek memilih untuk tidak berkomentar mengenai informasi tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading