Mohon Maaf! BTN Tak Bagi Dividen Laba 2020, Ini Alasannya

Market - M, CNBC Indonesia
10 March 2021 16:34
Pelayanan nasabah Bank BTN di Bank BTN, Jakarta (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank BUMN khusus pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) tahun ini memutuskan untuk tidak membagikan dividen (keuntungan dari laba bersih) untuk para pemegang sahamnya atas kinerja perusahaan sepanjang 2020.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan yang digelar hari ini, Rabu (10/3/2021).

Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan laba yang berhasil dikantongi perusahaan akan dibukukan sebagai laba ditahan perusahaan guna memperkuat modal Tier 1 BTN ke depannya.


"[Ini] Keputusan RUPS, ada diskusi dengan pemegang saham Dwiwarna, memang ingin memperkuat Tier 1 capital karena memang capital BTN ini paling rendah di antara bank BUMN lain," kata Nixon dalam konferensi pers, Rabu (10/3/2021).

Perusahaan menargetkan modal Tier 1 ke depannya dapat meningkat ke angka 17% dari upaya yang dilakukan perusahaan. Dengan kenaikannya ini diharapkan capital adequacy ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal bisa meningkat tanpa memberikan biaya yang lebih mahal kepada perusahaan.

Pasalnya selama ini untuk meningkatkan CAR ini perusahaan berupaya dengan menerbitkan subdebt atau obligasi subordinasi. Upaya ini dinilai lebih mahal ketimbang melakukan upaya lainnya.

Sepanjang 2020 BTN membukukan laba bersih Rp 1,6 triliun. Angka tersebut melesat 700% dibandingkan perolehan laba bersih 2019 yang tercatat hanya Rp 200 miliar.

"Bisa dibilang, bukan hemat CKPN [Cadangan Kerugian Penurunan Nilai], tapi laba operasional pra-provisi atau sebelum pencadangan tumbuh, laba operasional tumbuh 400%. Non housing turun, tapi housing subsidi tumbuh 8,63%. KPR, sekarang sudah Rp 200 triliun, di mana subsidi Rp 120 triliun, non subsidi Rp 79 triliun - Rp 80 triliun," kata Nixon saat paparan kinerja, Senin (15/2/2021).

CKPN adalah cadangan yang dibuat bank dengan tujuan untuk menghadapi risiko kerugian yang diakibatkan penanaman dana dalam aktiva produktif

Nixon menambahkan KPR dan KPA mengalami penurunan, khusus untuk segmen rumah dan apartemen senilai Rp 1 miliar.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN pada 2020 mengalami kenaikan. Dengan demikian LDR (loan to deposit ratio) turun ke 93%.

"Kita sepakat, LDR gak akan terlalu rendah juga, akan maintain 95-98, itu angka cocok, sehingga marjin optimal. Semua rasio likuiditas oke. Cost of fund [beban bunga] Desember turun 4,79. Ini luar biasa, DPK tumbuh cost turun," kata Nixon.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading