Gainers-Losers Hari Ini: BNBA Ngegas, BBHI Gokil, BANK Ambruk

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
26 February 2021 16:22
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah setelah hanya sebentar berada di zona hijau hari ini. IHSG ditutup 0,76% ke posisi 6.241,79 pada penutupan sesi II perdagangan, Jumat (26/2/2021).

Menurut data BEI, ada 139 saham naik, 345 saham merosot dan 159 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 21,63 triliun dan volume perdagangan mencapai 24,67 miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 31,59 miliar di pasar reguler. Selain itu, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 42,90 miliar.


Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (26/2).

Top Gainers

  1. Bank Bumi Arta (BNBA), saham +24,82% Rp 1.710, transaksi Rp 344 M

  2. Bank Harda Internasional (BBHI), +16,98% Rp 1.550, transaksi Rp 76,4 M

  3. Bank Artha Graha Internasional (INPC), +13,10% Rp 190, transaksi Rp 121 M

  4. Bank Ganesha (BGTG), +12,57% Rp 197, transaksi Rp 199 M

  5. Tower Bersama Infrastructure (TOWR), +4,98% Rp 1.265, transaksi Rp 363,1 M

Top Losers

  1. Bank Net Indonesia Syariah (BANK), saham -6,85% Rp 2.040, transaksi Rp 251,3 M

  2. Bank Panin Dubai Syariah (PNBS), -6,54% Rp 100, transaksi Rp 179,8 M

  3. Bumi Resources (BUMI), -6,15% Rp 61, transaksi Rp 48 M

  4. BPD Banten (BEKS), -4,95% Rp 96, transaksi Rp 83 M

  5. Bank Maybank Indonesia (BNII), -4,41% Rp 390, transaksi Rp 56,3 M

 

Data BEI Mencatat, saham BNBA menjadi jawara top gainers pada hari ini. Meskipun sempat beberapa kali masuk ke zona merah, saham bank mini ini berhasil melesat menyentuh batas auto reject atas (ARA) 24,82% ke Rp 1.710/saham pada akhir perdagangan sore ini.

Pada awal perdagangan tadi pagi, pukul 09.05 WIB, saham BNBA yang sebelumnya gembok BEI llangsung mendekati batas ARA 24,82% di level Rp 1.710/saham. Pagi tadi, nilai transaksi BNBA Rp 28,76 miliar dengan volume perdagangan 16,84 juta.

Informasi saja, suspensi saham PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) akhirnya dibuka hari ini. Pembukaan gembok saham BNBA terjadi 3 hari setelah manajemen perusahaan menyelenggarakan paparan publik insidentil atau publik expose (PE) insidentil pada Selasa (23/2/2021).

Sebelumnya, manajemen BNBA sudah menggelar paparan publik insidentil yang diminta BEI seiring dengan liarnya harga saham perusahaan dalam beberapa pekan terakhir terimbas rumor masuknya Sea Group, investor di balik e-commerce Shopee.

Manajemen menegaskan, pihaknya memang tengah berupaya untuk meningkatkan modal inti perusahaan sesuai dengan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Rp 2 triliun di akhir tahun ini dan Rp 3 triliun pada tahun depan.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan sebagai bahan hasil paparan publik insidentil, perusahaan menyatakan terbuka dengan segala opsi sebagai upaya untuk meningkatkan modal inti ini.

"Kami mempertimbangkan semua opsi untuk dapat meningkatkan kinerja bank dan agar bisa memenuhi ketentuan permodalan yang ada. Dan kami merasa yakni hal tersebut akan dapat dipenuhi pada waktunya," kata manajemen perusahaan dalam keterbukaan informasinya, dikutip Rabu (24/2/2021).

Bank ini tak menyebutkan secara rinci upaya apa yang akan dilakukan untuk memenuhi kewajibannya ini.

Namun demikian, perusahaan menampik kabar adanya proses akuisisi Bank Bumi Arta oleh Sea Group, induk Shopee.

Sebelumnya, BEI menghentikan perdagangan saham BNBA setelah terjadi peningkatan harga kumulatif mulai sesi I Senin (22/2/2021).

Di sisi lain, saham Bank Net Syariah (BANK), yang begitu perkasa sejak awal IPO, akhirnya memuncaki top losers dan menyentuh batas auto reject bawah (ARB) 6,85% ke Rp 2.040/saham.

Sebagai informasi, sejak awal initial public offering (IPO) pada 1 Februari 2021, BANK tercatat terus melaju di zona hijau. Hanya suspensi perdagangan pada 11 Februari 2021 dan 17-18 Februari yang bisa menghentikan amukan saham ini.

Pekan lalu, BANK juga masuk urutan kedua top gainers (15-19 Februari 2021) meskipun sempat sahamnya disuspensi (dihentikan sementara) perdagangan pada 17 dan 18 Februari 2021.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading