Yield SBN AS Sentuh 1,6%, Bursa Eropa Dibuka Melemah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
26 February 2021 15:45
The German share price index DAX graph is pictured at the stock exchange in Frankfurt, Germany, September 10, 2018.    REUTERS/Staff

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa anjlok pada sesi awal perdagangan Jumat (26/2/2021), karena pelaku pasar global masih khawatir melihat lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa anjlok sebesar 1,7% di awal perdagangan. Indeks saham sektor bahan baku dasar drop 3% dan memimpin koreksi yang menimpa seluruh indeks saham sektoral.

Setengah jam kemudian indeks Stoxx melemah 3,3 poin (-0,81%) ke 408,4 diikuti indeks DAX Jerman yang melemah 68,2 poin (-0,49%) ke 13.811,17. Di sisi lain, indeks FTSE Inggris turun 27 poin (-0,41%) ke 6.625 dan CAC Prancis surut 45,3 poin (-0,78%) ke 5.738,62.


Bursa saham di Asia Pasifik juga mengalami aksi jual besar-besaran dipimpin indeks bursa Jepang yang anjlok hingga 3,99% sementara indeks MSCI Asia Pasifik (non-Jepang) anjlok 2,99%.

Kontrak berjangka (futures) indeks saham AS juga cenderung melemah setelah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS mendorong aksi jual saham-saham teknologi yang selama ini bergantung pada pasar surat utang untuk menggali dana besar-besaran.

Tadi malam, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat menyentuh angka 1,6% atau menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir, meski kemudian surut pada pagi ini ke level 1,4719%.

Kenaikan itu dipicu ekspektasi bahwa ekonomi AS akan membaik dan memicu inflasi. Apalagi, vaksinasi terus dijalankan sementara stimulus fiskal Washington kian dekat dengan kenyataan sehingga berpeluang memacu permintaan.

"Jika melihat yield riil, mereka terlalu rendah jika mempertimbangkan ekspektasi pertumbuhan dan sepertinya yield riil dalam jangka panjang akan terus menguat seiring dengan membaiknya data ekonomi," tutur Charlie Ripley, perencana investasi senior Allianz Investment Management, sebagaimana dikutip CNBC International.

Di Eropa, pelaku pasar menunggu rilis kinerja keuangan 2020 emiten raksasa seperti misalnya IAG (induk usaha British Airways), LafargeHolcim, BASF, dan Deutsche Telekom. Dari sisi data ekonomi, Prancis akan merilis pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020 dan inflasi Februari.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading