Berkat Pak Ketua, Rupiah Perkasa!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
25 February 2021 09:12
This July 2020 photo provided by Johnson & Johnson shows a vial of the Janssen COVID-19 vaccine. On Thursday, Feb. 4, 2021, Johnson & Johnson has asked U.S. regulators to clear the world’s first single-dose COVID-19 vaccine, an easier-to-use option that could boost scarce supplies. (Johnson & Johnson via AP)

Ucapan Powell memberi konfirmasi bahwa tren suku bunga rendah di Negeri Adidaya akan bertahan lebih dari tiga tahun lagi. Suku bunga rendah akan merangsang ekonomi untuk tumbuh dan bangkit dari dampak pandemi virus corona. Ini melahirkan optimisme bahwa dunia belum berakhir, masa depan yang gilang-gemilang bukan sekadar pepesan kosong.

"Apalagi sekarang sudah ada vaksin anti-virus corona. Pasar saham akan semakin kuat," ujar Richard Saperstsein, Chief Investment Officer di Treasury Partners, seperti dikutip dari Reuters.


Ya, ada kabar baik seputar pengembangan vaksi anti-virus corona. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (US FDA) menyatakan bahwa vaksin Covid-19 bikinan Johson&Johnson aman untuk digunakan oleh masyarakat.

Vaksin Johnson&Johnson agak unik, karena hanya butuh satu dosis. Kemungkinan FDA akan akan memberi izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) terhadap vaksin Johnson&Johnson pekan ini.

Berbagai berita ini membuat investor bersemangat. Dini hari tadi waktu Indonesia, bursa saham New York menguat tajam di mana indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melesat 1,35%, S&P 500 melonjak 1,14%, dan Nasdaq Composite terangkat 0,99%.

Wall Street yang ijo royo-royo akan membuat pasar keuangan Asia ikut semarak. Arus modal asing akan deras mengalir ke pasar saham dan obligasi, tidak terkecuali di Indonesia. Ini akan menjadi modal bagi rupiah untuk melaju di jalur hijau.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading