Waduh! Saham BBCA Dilepas Asing, ICBP, ASII & BMRI Juga

Market - Putra, CNBC Indonesia
24 February 2021 09:52
Bursa Efek Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menghijau pada perdagangan Rabu (24/2/21) meskipun sempat anjlok ke zona merah pada awal perdagangan.

Indeks acuan bursa nasional tersebut menguat 0,27% ke 6.289,65. Meski menguat IHSG belum mampu menembus level psikologis 6.300.

Nilai transaksi hari ini sebesar sebesar Rp 3,4 triliun, di tengah galaunya bursa yang ogah beranjak dari level 6.200 asing terpantau melakukan beli bersih tipis Rp 36 miliar di pasar reguler.


Meskipun demikian ternyata ada berberapa saham unggulan yang dilego asing. Simak tabel berikut.

Data perdagangan mencatat saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilego asing dengan jual bersih Rp 47 miliar. Akibatnya BBCA terkoreksi tipis 0,59% pada perdagangan hari ini.

Selanjutnya ada saham berkapitalisasi pasar besar lain yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang dilego Rp 18 miliar. Meski dilego asing, ICBP masih mampu menghijau 1,46%.

Di posisi ketiga ada emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang dillepas Rp 11 miliar, sedangkan di posisi keempat dan kelima ada PT Astra Internasional Tbk (ASII) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang masing-masing dijual Rp 8 miliar dan Rp 4 miliar.

Sentimen perdagangan hari ini datang dari Investor, analis dan pelaku ekonomi terutama di bursa Paman Sam lainnya menyambut positif testimoni bos The Fed Jerome Powell di hadapan Komite Perbankan Senat AS yang akan dihelat dalam dua hari ini.

Banyak yang mencari sinyal terkait apa yang bakal dikatakan oleh orang nomor wahid di dunia kebanksentralan Paman Sam itu. Dalam kesempatan kali ini, Powell kembali menegaskan bahwastancekebijakan moneter yang longgar akan tetap dipertahankan.

Menurut Powell inflasi di AS masih terbilang lunak. Kenaikan harga rata-rata dalam 12 bulan terakhir masih di bawah sasaran target otoritas moneter Adikuasa tersebut yang dipatok di angka 2%.

"Perekonomian masih jauh dari tujuan kami untuk mencapai sasaran ketenagakerjaan [maximum employment] serta target inflasi dan kemungkinan akan membutuhkan waktu untuk kemajuan substansial lebih lanjut untuk dicapai," kata bos Fed dalam sambutan yang disiapkan untuk Komite Perbankan Senat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading