Fitch Ramal DP 0% Belum Kerek Penjualan Otomotif, Kenapa ya?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
23 February 2021 15:45
Cewe cantik IIMS 2018

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings memperkirakan pemotongan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dan aturan mengenai relaksasi uang muka (down payment/DP) 0% belum akan berdampak terhadap meningkatnya penjualan kendaraan dan permintaan kredit baru perusahaan pembiayaan di tahun ini.

Fitch menilai, pemotongan pajak yang rencananya akan diterapkan Kementerian Keuangan pada awal Maret mendatang akan dibatasi target dan jangka waktunya, sedangkan perusahaan pembiayaan akan tetap selektif dalam menyalurkan kredit.

"Langkah-langkah ini tidak cukup untuk mengimbangi penurunan permintaan secara keseluruhan karena daya beli yang terpukul dari pandemi virus corona," tulis Fitch Ratings, dikutip Selasa (23/2/2021) dalam publikasinya bertajuk Indonesian Auto Incentives Unlikely to Spur Sales, Financing Rebound.


Fitch memperkirakan, penjualan kendaraan roda empat sekitar 600.000 sampai dengan 700.000 unit pada tahun 2021, masih jauh di bawah pencapaian 1 juta unit pada tahun 2019 setelah penjualan merosot menjadi 532.407 unit pada tahun 2020.

Lembaga rating ini juga memperkirakan 55% dari penurunan volume penjualan roda empat pada tahun 2020 adalah untuk kendaraan yang tidak tercakup oleh pemotongan pajak, dan pembeli mobil di bawah 1.500 cc yang akan termasuk dalam cakupan pemotongan pajak biasanya adalah konsumen yang daya belinya lebih terpengaruh oleh pandemi.

"Harga mobil yang lebih rendah dari pemotongan pajak juga akan berangsur-angsur berkurang karena pengurangan pajak turun dari 100% pada Maret-Mei, menjadi 50% pada Juni-Agustus, dan 25% pada September-Desember 2021," urai Fitch lebih lanjut.

NEXT: Alasan Fitch

Alasan Fitch Relaksasi Tak Berpengaruh Banyak
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading