Internasional

Jangan Iri! Pulau Ini Pertumbuhan Ekonominya Tercepat se-Asia

Market - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
23 February 2021 13:45
People hold a pig model with a slogan Foto: AP/Chiang Ying-ying

Jakarta, CNBC Indonesia - Perekonomian Taiwan di tahun 2021 diprediksi akan melejit. Bahkan ekonomi pulau tersebut bakal mencetak rekor tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Dilansir CNBC International, ekonomi Formosa, diramalkan melejit hingga 4,64% tahun ini. Di tahun 2020, saat sebagian dunia mengalami resesi, ekonomi Taiwan secara ajaib tumbuh 3,11% menurut biro statistik negara itu.


Gary Ng, seorang ekonom di bank investasi Prancis Natixis, mengatakan ekonomi Taiwan berada di "sweet spot". Ini didorong permintaan yang sangat kuat untuk produk-produk teknologi secara global, serta penanggulangan pandemi corona (Covid-19) yang relatif berhasil.

"Di sisi eksternal, semikonduktor pasti benar-benar menjadi sorotan," kata Ng dikutip Selasa (23/2/2021) yang mencatat bahwa produk teknologi menyumbang lebih dari setengah dari total ekspor Taiwan.

Ekspor barang tumbuh 4,9% pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Karena langkah-langkah penguncian yang bertujuan untuk menahan penyebaran Covid-19 memaksa lebih banyak orang untuk bekerja dan belajar dari jarak jauh.

Hal itu mendorong permintaan produk elektronik seperti laptop. Sementara itu pertumbuhan ekspor barang Taiwan diperkirakan hampir dua kali lipat menjadi 9,58% pada 2021

Taiwan telah lama menjadi markas barang-barang teknologi tinggi seperti komputer. Beberapa perusahaan teknologi Taiwan yang mendunia adalah Asus, Acer, MSI, Gigabyte, dan Benq.

Dalam penanganan pandemi Covid-19 sendiri, Taiwan didaulat sebagai wilayah yang paling berhasil dalam mengendalikan penyebaran virus itu. Dari data terakhir yang dirilis Kementerian Kesehatan Taiwan pada Minggu (21/2/2021), pulau ini dengan penduduk 23 juta ini mencatatkan 942 kasus positif dengan 9 kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading