Mulai Lagi Nih! Saham Bank Mini Bergerak Liar, Awas Jeblok

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
23 February 2021 10:35
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa saham bank-bank kecil pada perdagangan sesi pertama Selasa (23/2/2021) kembali melesat. Tren gerak liar saham bank mini ini masih berlanjut, setelah pada akhir pekan lalu sempat ditutup di zona merah.

Berikut gerak saham bank mini yang kembali melesat pada perdagangan sesi I hari ini.


Tercatat setidaknya ada 6 saham bank mini yang kembali melesat pada perdagangan sesi I hari ini. Di posisi pertama, terdapat saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) yang meroket 20% ke level 630 pada pukul 09:50 WIB.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi saham BBYB pagi ini mencapai Rp 9 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 15,4 juta lembar saham. Namun, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp 2,04 miliar.

Selanjutnya di posisi kedua dan ketiga, ada dua sejoli saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) pada pukul 09:50 WIB. Namun, kali ini pergerakannya cenderung berbeda, di mana saham BGTG melesat 7,41% ke level Rp 116/unit, sedangkan saham INPC melesat 4,3% ke posisi Rp 97/unit.

Tercatat nilai transaksi saham BGTG mencapai Rp 12,3 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 105,9 juta lembar saham. Sejalan dengan melesatnya harga saham BGTG, investor asing pun tak mau ketinggalan momen, di mana asing melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp 10,2 juta.

Sementara itu, nilai transaksi saham INPC pagi ini mencapai Rp 1,6 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 17,4 juta lembar saham. Namun, hingga pukul 10:05 WIB, investor asing belum masuk ataupun keluar saham di saham INPC.

Merebaknya isu lembaga keuangan asing mencaplok bank-bank kecil di Tanah Air memang membuat pergerakan harga saham bank BUKU II (bank dengan modal inti antara Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun) kompak melesat pada pekan lalu.

Head of Invesment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe menilai kenaikan beberapa harga saham bank-bank kecil akhir-akhir ini cenderung lebih disebabkan oleh rumor pasar.

Terbaru, misalnya, induk perusahaan Shopee, SEA Group dikabarkan tertarik membeli PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), dan PT Bank Capital Tbk (BACA) yang kabarnya diincar oleh OVO.

Faktanya menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sea Limited (SEA Grup) justru menjadi pemegang saham PT Bank Kesejahteraan Ekonomi atau dikenal dengan Bank BKE. Upaya ini dilakukan Shopee untuk masuk ke bisnis bank digital di tanah air.

"SEA Grup sudah masuk di Bank BKE (Bank Kesejahteraan Ekonomi)," kata Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto, dalam konferensi pers, Kamis (18/2/2021).

Lebih lanjut, Kiswoyo tidak menampik, jika banyak lembaga keuangan asing melirik bank-bank kecil untuk diakuisisi, mengingat saat ini dari sisi margin bunga bersih (net interest margin/NIM), Indonesia masih yang terbesar di dunia di atas 3%.

"Saham bank kecil pergerakannya, rumornya lagi mencoba diakuisisi pihak asing. Perbankan di Indonesia saat ini NIM-nya tertinggi di dunia sehingga menarik bagi asing. Di luar negeri, NIM 3% saja susah," katanya, kepada CNBC Indonesia, Rabu (17/2/2021).

Meski demikian, kenaikan yang terjadi belakangan ini, patut dicermati investor. Sebab, bila dilihat dari sisi valuasinya, bank-bank kecil tersebut kurang menarik dan dari sisi fundamental belum terlalu kuat.

"Price to book value [PBV] 1 kali, tidak menarik, begitu ada isu akuisisi, yang masuk trader yang berspekulasi, beli duluan. Ketika isu dibantah ya bisa langsung drop lagi," katanya.

PBV adalah metode valuasi yang membandingkan nilai buku suatu emiten dengan harga pasarnya. Semakin rendah PBV biasanya perusahaan akan dinilai semakin murah. Secara Rule of Thumb, PBV akan dianggap murah apabila rasionya berada di bawah angka 1 kali.


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading