Catat! WMUU Targetkan Revenue Rp 4,5 T di 2021, Naik 400%

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
22 February 2021 17:04
Komisaris Utama Widodo Makmur Unggas Tumiyana dalam acara Capital Market Outlook 2021 dengan tema Foto: Komisaris Utama Widodo Makmur Unggas Tumiyana dalam acara Capital Market Outlook 2021 dengan tema

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) membidik pendapatan meningkat 400% pada 2021 bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Komisaris Utama Widodo Makmur Unggas Tumiyana mengatakan pada tahun ini pihaknya menargetkan pendapatan sekitar Rp 4,5 triliun, dibandingkan dengan 2020 yang tercatat Rp 1 triliun.

Dengan pendapatan tersebut, maka laba bersih WMMU diproyeksi berada di angka Rp 300 miliar dan meningkat jadi Rp 700 miliar pada 2022.
Peningkatan laba pada 2022 karena emiten ini akan menggenjot investasi sebesar Rp 1,5 triliun pada tahun ini


"Kapasitas produksi pada tahun depan akan jadi double, saat itu revenue kita akan lompat 100% lg di 2022," jelas Tumiyana.

WMUU juga fokus pada pengembangan bisnis produksi karkas yang telah meningkat signifikan pada tahun lalu. "Kami akan membesarkan kapasitas rumah potong yang sekarang 13.500 per jam atau 210 ton per hari pada pertengahan tahun depan akan naik double jadi 25 rb ekor per jam atau 400 ton per hari," ujarnya.

Sebagai informasi, Widodo Makmur Unggas berdiri pada tahun 2015 dengan nama PT Pakan Makmur Perkasa (PMP). Perseroan bertransformasi menjadi PT Widodo Makmur Unggas (WMU) pada tahun 2017. Perseroan memiliki bisnis unggas yang terintegrasi secara vertikal yang mengendalikan pabrik pakan berskala besar, peternakan pembibitan, pabrik pembenihan, peternakan komersial, peternakan layer, rumah potong hewan, dan operasi kemitraan terkait.

Tumiyana menegaskan saat ini WMUU telah memiliki 54 produk turunan dan dalam 2 tahun ke depan akan meningkat jadi 700 produk. Hal ini untuk menopang kebutuhan dari nasional dan ekspor yang diperkirakan akan meningkat.

"Kebutuhan nasional (protein) akan meningkat dari 12 kg perkapita menjadi 16 kg per kapita," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading