Geger Tesla Pilih India, Asing kok Borong Saham ANTM-INCO Cs

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
18 February 2021 06:58
A worker watches as trucks load up raw nickel near Sorowako, Indonesia's Sulawesi island, January 8, 2014. REUTERS/Yusuf Ahmad

Khusus untuk MDKA atau Merdeka Copper, masuknya asing ke saham emiten milik Grup Saratoga ini juga memanfaatkan momen ditandatanganinya perjanjian pembentukan perusahaan patungan atau joint venture agreement(JVA) terkait proyek acid iron metal (AIM) senilai US$ 90 juta atau setara Rp 1,26 triliun (dengan asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Perjanjian tersebut diteken pada 11 Februari 2021 antara perseroan, PT Batutua Pelita Investama (BPI), Wealthy Source Holding Limited dan Eternal Tsingshan Group Limited.

Nantinya, BPI dengan Tsingshan Group akan mewakili sebesar 80% kepemilikan bersama dengan Tsingshan, melalui afiliasinya Wealthy yang akan memiliki 20% pada perusahaan patungan tersebut.


Sementara itu, HRUM juga sedang melakukan ekspansi tahun ini. Harum memang bergerak di bisnis batu bara, tapi saat ini sudah masuk ke bisnis nikel dengan mengakuisisi perusahaan tambang nikel di awal tahun ini.

Perusahaan milik taipan Kiki Barki ini memperkuat ekspansi ke tambang nikel dengan membeli 51% saham PT Position milik Aquila Nickel Pte Ltd atau setara dengan 24.287 saham perusahaan. Aquila tercatat berbasis di Singapura.

Harga jual beli yang dilakukan oleh anak usahanya PT Tanito Harum Nickel itu diteken sebesar US$ 80.325.000 atau setara dengan Rp 1,12 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Pada Juni 2020, HRUM juga sudah melakukan transaksi pembelian saham perusahaan tambang nikel asal Australia, Nickel Mines Limited, sebesar AUD 34,26 juta atau setara Rp 369 miliar dengan kurs Rp 10.781 per AUD.

Apakah asing akan terpengaruh dengan kabar Tesla?

Perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc. yang disebutkan justru akan mulai membangun pabrik mobil listrik di Selatan India, Karnataka. Hal tersebut berdasarkan dokumen yang diterima Reuters, Sabtu (13/02/2021) lalu.

"Perusahaan AS Tesla akan membuka pabrik mobil listrik di Karnataka," tulis dokumen pemerintah India, dikutip Reuters, Minggu (14/02/2021)

Lantas, apakah ini artinya upaya pemerintah RI untuk menarik Tesla berinvestasi di negara ini gagal?

Pemerintah pun akhirnya buka suara tentang kabar ini. Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, akhirnya berkomentar meski enggan menjabarkan lebih lanjut.

Pada dua pekan lalu dia pun sempat menyebutkan pihaknya akan berdiskusi kembali dengan Tesla.

"Maaf, saya ada non-disclosure agreement (perjanjian tidak boleh diungkapkan ke publik). Tidak bisa disclose (ungkapkan) apa-apa," ungkapnya kepada CNBC Indonesia saat dikonfirmasi mengenai kelanjutan negosiasi dengan Tesla, Rabu (17/02/2021).

Sebelumnya, Seto mengungkapkan pihaknya telah menerima proposal rencana investasi Tesla di Indonesia pada Kamis (04/02/2021). Menurutnya, proposal rencana investasi yang ditawarkan Tesla berbeda dengan calon mitra yang lain, yakni perusahaan asal China, CATL, dan perusahaan asal Korea Selatan, LG.

Berikut gerak saham emiten emas-nikel, kemarin, Rabu (17/2):

  1. Harum Energy (HRUM), saham +6,30% Rp 7.175, transaksi Rp 124 M
  2. Merdeka Copper Gold (MDKA) +0,39% Rp 2.560, transaksi 206 M
  3. Timah (TINS), -5,15% Rp 2.210, transaksi Rp 516 M
  4. Aneka Tambang (ANTM), -4,18% Rp 2750, transaksi Rp 1 T
  5. J Resources Asia Pasifik (PSAB), -3,70% Rp 208, transaksi Rp 3 M
  6. Vale Indonesia (INCO), -2,41% Rp 6.075, transaksi Rp 167 M
  7. Bumi Resources Minerals (BRMS), -1,19% Rp 83, transaksi 7 M

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading