Bosan ARB, Trio Saham ANTM-INCO-TINS Ngamuk Lagi Lho!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
01 February 2021 12:28
Tambang emas bawah tanah Pongkor, Jawa Barat, milik Antam (Doc.Antam)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham anak usaha dan terafiliasi Holding BUMN tambang MIND ID, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ditutup kompak melesat pada perdagangan sesi I, Senin ini (1/2/2021).

Padahal di akhir-akhir bulan lalu, saham trio emiten yang terdorong sentimen pabrik baterai listrik ini sempat mengalami beberapa kali auto reject bawah (ARB) dengan penurunan maksimal 7% sehari.

Meski demikian, sebetulnya di Januari saja, saham Antam mampu menguat 14,73% di level Rp 2.220, dengan nilai transaksi Rp 58 triliun, sementara Timah juga naik 13,18% di level Rp 1.690, dengan transaksi Rp 10,7 triliun.


Pada sesi I hari ini, berikut pergerakan tiga saham ini:

1. Timah (TINS), saham +8,28% Rp 1.830, transaksi Rp 373 M

2. Vale Indonesia (INCO), saham +6,82% Rp 5.875, transaksi Rp 214 M

3. Antam (ANTM), saham +6,31% Rp 2.360, transaksi Rp 2,9 T

Sementara itu, satu saham anak usaha MIND ID lainnya yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), sendirian terkoreksi di sesi I, minus 0,78% di level Rp 2.560/saham dengan nilai transaksi Rp 108 miliar.

Antam baru saja mendapatkan sentimen positif yakni perusahaan telah mendapatkan persetujuan ekspor bijih bauksit tercuci dengan kadar Al2O3 lebih dari sama dengan 42% sebesar 1,89 juta wet metric ton (wmt) untuk periode 2021-2022.

Disetujuinya ekspor bijih bauksit Antam ini dengan pertimbangan adanya proyek hilirisasi pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR).

Izin ekspor mineral ini melengkapi izin ekspor bijih bauksit yang telah dimiliki Antam sebelumnya sebesar 840 ribu wmt atas kepemilikan Pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan.

Tak hanya itu, Antam, bersama TINS, menjadi dua perusahaan pertambangan asal Indonesia yang masuk dalam daftar perusahaan yang ikut memasok rantai pasok (supply chain) untuk produksi kendaraan listrik besutan Elon Musk, Tesla Inc.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan Tesla sampai dengan 31 Desember 2019, setidaknya ada 7 perusahaan berbadan hukum Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Antam dan Timah adalah dua di antaranya. Menurut daftar smelter dan refiner, Indonesua memasok empat mineral untuk Tesla, antara lain emas, timah, tantanium, dan tungsten.

Tesla mengidentifikasi sebelumnya para pemasok ini lebih dari 600 pabrik. Rinciannya, 297 pabrik atau 49%, sebagai pabrik pelebur yang valid dan 233, atau 78%, sebagai pelebur yang sesuai.

Sebelumnya Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya, menyatakan ada beberapa saham yang menjadi pilihan utama, antara lain saham di sektor komoditas seperti nikel, minyak sawit mentah crude palm oil (CPO), batu bara hingga emas.

Antam dan INCO juga masuk dalam rekomendasi saham Mirae Asset.

"Kami merekomendasikan saham Antam dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), karena emiten tersebut penerima manfaat dari kenaikan harga nikel seiring dengan naiknya permintaan dari produksi baja dan baterai kendaraan listrik," katanya, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (18/1).

Adapun saham TINS juga sebetulnya masuk dalam rekomendasi saham hari ini, terutama dari MNC Sekuritas. 

"IHSG masih berpotensi terkoreksi ke area 5.775-5.800. Setelah terkonfirmasi membentuk wave A, maka IHSG berpeluang menguat untuk membentuk wave B ke area 6.000-6.150. Saham pilihan: BBRITINS, ICBP," tulis riset MNC, Senin (1/2/2021). 

[Gambas:Instagram]




[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading