Geger Tesla Pilih India, Asing kok Borong Saham ANTM-INCO Cs

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
18 February 2021 06:58
A Tesla logo is seen at a groundbreaking ceremony of Tesla Shanghai Gigafactory in Shanghai, China January 7, 2019. REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten sektor tambang emas dan nikel ditutup beragam seiring melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,03% ke posisi Rp 6.227,73 pada perdagangan Rabu (17/2/2021). Padahal indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini sempat melesat di atas 6.300 kemarin.

Dari tujuh emiten emas dan nikel yang diamati, hanya saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menghijau, lima sisanya ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (17/2/2021.

Secara year to date (YTD), hanya dua emiten yang mencatatkan jual bersih asing (net foreign sell), yakni PT Timah Tbk (TINS) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Ini berarti, lima emiten emas dan nikel lainnya cenderung diminati asing sejak awal tahun ini.


Berikut aksi jual (net sell) dan beli bersih asing (net buy) untuk saham emiten emas-nikel di pasar reguler secara YTD:

Top Net Foreign Buy (Reguler) YTD, Rabu (17/2)

1. Aneka Tambang (ANTM), net buy Rp 560,20 M

2. Merdeka Copper (MDKA), net buy Rp 302,12 M

3. Vale Indonesia (INCO), net buy Rp 37,16 M

4. Harum Energy (HRUM), net buy Rp 24,86 M

5. J Resources Asia Pasifik (PSAB), net buy Rp 1,66 M

6. Timah (TINS), net sell Rp 272,32 M

7. Bumi Resources Minerals (BRMS), net sell Rp 105,27 M

Saham ANTM mencatatkan beli bersih asing tertinggi di antara emiten lainnya, sebesar Rp 560,20 miliar. Tahun ini, emiten emas pelat merah tersebut menargetkan produksi emas sebesar 1,37 ton, sementara penjualan emas ditargetkan mencapai 18 ton emas.

SVP Corporate Secretary Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan target produksi ini berasal dari tambang emas Pongkor di Jawa Barat (Bogor) dan Tambang emas Cibaliung (Banten).

"Tingkat penjualan emas mencapai 18 ton emas," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa, (16/02/2021).

Sebagai perbandingan, tahun lalu secara akumulatif, capaian kinerja unaudited produksi dan penjualan emas Antam sepanjang 2020 masing-masing sebesar 1.672 kg atau 1,67 ton (53.756 t oz) dan 21.797 kg atau 21,79 ton (700.789 t oz).

Artinya target tahun ini target produksi turun 17,9% dan target penjualan turun 17,39% Sama dengan tahun 2020, menurut dia tahun ini ANTM akan fokus pada pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri. Kunto menyebut dewasa ini masyarakat mulai sadar untuk berinvestasi pada emas.

NEXT: Gerak Saham Emiten Emas-Nikel

Adakah Dampak Tesla ke Antam dkk?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading