Kalo Mau Jujur, Begini Loh Prospek Saham-saham Farmasi

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
17 February 2021 10:47
Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gerak saham-saham farmasi belakangan sudah tak bergejolak dalam kurun sepekan terakhir dengan kecenderunagn koreksi. Padahal vaksinasi di Indonesia sudah berjalan sebulan dan akan dilakukan lebih massif lagi di akhir Februari 2021.

Analis Sucor Sekuritas, Hendriko Gani, ada beberapa faktor yang membuat saham farmasi tak bergejolak lagi. 

"Kalau saham farmasi secara fundamental kita nggak terlalu bisa banyak komentar karena secara valuasi Rasio P/E atau Price Earning Ratio misalnya udah cukup tinggi (relatif mahal)," kata Hendriko dalam program Investime CNBC Indonesia pada Senin (15/2/2021).


"Kemudian juga kalau kita melihat vaksin ini kan disupply, disubsidi oleh Pemerintah. Dari dua perusahaan, Kimia Farma (KF) dan IndoFarma (IF) ini tidak bisa mengambil margin yang terlalu besar, karena subsidi harganya cenderung terbatas."

Namun, Hendriko mengatakan jika downtrend saham farmasi ini tidak dapat diprediksi akan berjalan berapa lama, karena masih harus melihat adanya potensi pembalikan saham-saham tersebut.

"Kalau ada tanda-tanda trendnya akan berbalik, itu baru kita bisa bilang bahwa downtrendnya selesai," imbuhnya. "Kita lebih sarankan untuk wait an see sampai setidaknya ada universal lah dari saham-saham KF dan lainnya."

Tetapi jika ditanya seberapa signifikan vaksinasi pada kinerja keuangan saham-saham sektor farmasi, Hendriko mengatakan hal ini dapat dilihat dari logika ekonominya, sebab vaksin merupakan produk subsidi dari pemerintah.

"Vaksin disubsidi oleh pemerintah artinya yang bayar pemerintah. Kalau subsidi itu kan pasti dilihat berapa cost yang dikeluarkan oleh si perusahaan, sehingga dia diberikan untuk normal profit ya," paparnya.

"Jadi sebenarnya secara margin, itu seharusnya tidak memberikan efek yang signifikan, mungkin memberikan volume yang besar, tapi kan balik lagi seberapa besar dampaknya sampai ke bottom line."


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading