Ajib! Saham-saham Bank Syariah Meroket, Dipimpin BANK & BRIS

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
09 February 2021 08:11
Suasana pelayanan kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Senin (1/2). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) resmi beroperasi. Direktur Utama BRIS Hery Gunardi menjelaskan bahwa integrasi ketiga bank BRIsyariah, BNI Syariah dan BSM telah dilaksanakan sejak Maret 2020 atau memakan waktu selama 11 bulan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,93% ke 6.208,87 pada perdagangan Senin kemarin (8/2/2021).

Total nilai transaksi perdagangan sehari kemarin mencapai Rp 15 triliun. Nilai ini jauh dari rerata nilai transaksi sepanjang Januari 2021 yang sebesar Rp 23 triliun. Investor asing pun melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 211,57 miliar di pasar reguler.

Salah satu sektor yang saat ini mulai banyak dilirik investor ialah perbankan syariah, menyusul selesainya merger bank syariah BUMN di bawaj kendali PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). BRIS adalah gabungan dari tiga bank syariah BUMN yakni PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.


Sepanjang perdagangan kemarin, meski asing mencatatkan net sell namun saham-saham bank syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru ramai diborong asing.

Berikut kinerja sama bank syariah pada perdagangan Senin kemarin.

  1. PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK), net buy Rp 37,18 juta, saham +25% Rp 490
  2. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), net buy Rp 5,15 miliar, +9,23% Rp 2.960
  3. PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), net sell Rp 88,83 juta, +8,11% Rp 80
  4. PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), net sell Rp 2,95 miliar, +0,29% Rp 3.420

Khusus untuk saham BANK, BEI telah memasukkan saham Bank Net Indonesia Syariah ini dalam pengawasan khusus karena telah terjadi peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham BANK yang di luar kebiasaan atau UMA. Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis pengumuman BEI, Senin (8/2/2021).

Saham ini memang baru tercatat sejak 1 Februari 2021 pekan lalu. Namun sejak saat itu, saham BANK selalu menutup hari dengan posisi auto reject atas (ARA).

Saat debut perdana melantai di bursa, Senin itu, saham BANK naik 34,95% atau menyentuh batas ARA. Hingga Senin ini (8/1) nilai kapitalisasi pasar BANK di bursa mencapai Rp 6,40 triliun naik dari Senin lalu Rp 1,82 triliun.

Sedangkan kabar terbaru dari BRIS, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka peluang bagi investor asing untuk menjadi investor baru pemilik saham bank ini.

Rencana ini akan direalisasikan melalui Sovereign Wealth Fund atau dana abadi bernama Indonesia Investment Authority (INA).

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bank syariah milik bank BUMN Himbara ini masih memerlukan peningkatan modal yang cukup besar untuk menunjang bisnisnya. Peningkatan modal ini akan dilakukan melalui penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue.

"Dan kami ingin melakukan rights issue dan tentunya jika ada match of interest kami akan sangat terbuka untuk bekerjasama dengan investor mulai investor yang ingin mengambil block seed di BSI ke depannya," kata Kartika dalam Mandiri Investment Forum 2021, Rabu (3/2/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading