Gak Cuma Rights Issue, Ini PR Besar Bank Syariah Indonesia!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 February 2021 16:33
Presiden Joko Widodo dalam Peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk., Istana Negara, 1 Februari 2021. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank syariah terbesar di Indonesia hari ini, Senin (1/2/2021), telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diberi nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). 

Proses integrasi bank ini telah memakan waktu selama satu tahun terakhir yang dimulai sejak Maret 2020. Bank ini adalah gabungan dari PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

Namun demikian, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh bank ini untuk memantapkan posisinya sebagai salah satu bank terbesar di Republik Indonesia.


Pengamat ekonomi syariah Muhammad Gunawan Yasni mengatakan hal pertama yang perlu dilakukan perusahaan adalah menambah jumlah saham beredar (floating share) di pasar saham untuk memastikan jumlah kepemilikan publik menjadi minimal 7,5%.

"BSI akan menjadi Bank BUKU 4 [bank umum kelompok usaha dengan modal inti di atas Rp 30 triliun] setelah rights issue mandatory [penerbitan saham baru] agar publik tetap memiliki saham perusahaan Tbk. Dalam hal ini, saham BRIS minimal 7,5% [milik publik]," kata Gunawan kepada CNBC Indonesia, Senin (1/2/2021).

Dengan dilakukannya aksi korporasi tersebut maka akan membantu permodalan perusahaan menjadi lebih kuat.

Selain itu perusahaan juga harus terus memperkuat pendanaan dalam bentuk Number of Accounts (Current Account & Saving Account/CASA).

Dengan demikian, diharapkan dengan CASA yang yang lebih besar maka bank akan memiliki biaya modal yang lebih rendah yang berbasis wadiah yad ahd-dhamanah/mudharabah. Wadiah Yad Adh-Dhamanah adalah akad penitipan uang

Dengan biaya yang rendah ini maka nantinya akan berdampak pada pembiayaan yang lebih kompetitif dibanding dengan bank-bank lainnya.

Selanjutnya dalam pengembangan digital, Gunawan yang sebelumnya merupakan dewan pengawas syariah (DPS) Bank BRISyariah ini mengatakan BRIS tinggal meneruskan dan memperbesar sistem yang sudah ada saat ini.

Sebab, tiga bank yang digabungkan, yakni Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRISyariah dinilai telah cukup baik dalam mengembangkan digitalisasi di sistem perbankannya.

"Pengembangan digital banking sudah sangat baik dikembangkan oleh 3 BUS [badan usaha syariah] yang bergabung di BSI, tinggal diteruskan dan diperbesar saja termasuk kegiatan-kegiatan barunya yang bisa dilakukan oleh Bank BUKU 4," kata Anggota Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) ini.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading