Diresmikan Jokowi, Ini Jeroan Bank Syariah Indonesia aka BRIS

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
01 February 2021 08:40
Bank Syariah Indonesia. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Penggabungan tiga bank syariah Himbara telah mencapai tahap akhir, setelah jelang akhir pekan lalu bank ini mendapatkan izin penggabungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dikukuhkan secara hukum oleh Kementerian Hukum dan HAM untuk nama dan logo barunya.

Proses penggabungan yang disebut telah dimulai sejak Maret tahun lalu, siang ini akan diresmikan penggabungannya langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Bank ini menjadi besar setelah menggabungkan PT Bank Syariah Mandiri (BSM), PT BNI Syariah (BNIS) dan PT BRISyariah Tbk (BRIS).


Bank baru ini akan diberi nama PT Bank Syariah Indonesia dan akan menggunakan ticker BRIS di pasar saham dalam negeri, mengingat BRISyariah menjadi bank yang menjadi entitas penggabungan.

Sebelum resmi digabungkan, BRIS telah melaporkan kinerja keuangannya untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 dengan hasil yang sangat memuaskan.

Bank ini sepanjang tahun lalu mencatatkan laba bersih senilai Rp 248 miliar pada akhir 2020 lalu. Capaian laba bersih ini naik 235,14% dari posisi 2019.

Hingga triwulan IV 2020 BRIsyariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 40 triliun, tumbuh mencapai 46,24% year-on-year (yoy). Pertumbuhan pembiayaan ditopang segmen ritel yakni SME, mikro dan konsumer.

Pertumbuhan pembiayaan paling tinggi disumbang oleh pembiayaan mikro mencapai Rp 10,7 triliun, tumbuh 163% yoy.

Total KUR yang disalurkan BRIsyariah pada tahun 2020 mencapai Rp 4,5 triliun. Sebesar 40% penyaluran KUR disalurkan ke sektor ekonomi produksi. Sementara sekitar 37,7% difokuskan ke sektor ekonomi perdagangan dan sekitar 22% di sektor jasa.

Selain mikro, perusahaan menyalurkan Rp 7,4 triliun pembiayaan untuk segmen kecil dan menengah, tumbuh sebesar 65% yoy.

Di masa pandemi, perusahaan memprioritaskan pembiayaan pada sektor yang lebih minim risiko, seperti pertanian, peternakan dan alat kesehatan.

Rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) tercatat 1,7% di akhir tahun lalu, turun dibanding dengan akhir tahun sebelumnya.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga BRIsyariah tumbuh 44,61%.

Sedangkan jika ketiganya digabungkan, berdasarakn data dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan memperhitungkan laporan keuangan Juni 2020, bank ini akan menghasilkan total aktiva mencapai Rp 214,65 triliun, terdiri dari aset BSM Rp 114,40 triliun, BNI Syariah Rp 50,76 triliun, & BRIS Rp 49,58 triliun.

Hasil penggabungan ini akan menghasilkan bank syariah terbesar di Indonesia dari sisi aset dengan total aset mencapai Rp 214,6 triliun. BSI akan menjadi Bank BUKU III dengan modal inti sebesar Rp 20,42 triliun.

Neraca keuangan tiga bank syariah BUMNFoto: Neraca keuangan tiga bank syariah BUMN
Neraca keuangan tiga bank syariah BUMN

Setelah digabungkan bank ini langsung melesat masuk dalam top 10 bank dengan aset terbesar di Indonesia dan praktis menjadi bank syariah dengan aset terbesar di dalam negeri.

Saat ini ketiga bank pelat merah ini setidaknya memiliki jumlah karyawan sebanyak 20.000 ribu lebih yang tersebar di 1.200 cabang di seluruh Indonesia.

Dengan aset-aset yang dimiliki oleh bank-bank yang digabungkan ini, maka BSI nantinya akan memiliki 1.200 cabang di seluruh Indonesia.

Selain kantor cabang, nasabah juga kan difasilitas dengan 1.700 ATM di seluruh Indonesia.

Bank SyariahFoto: Dok Kementerian BUMN
Bank Syariah

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading